PEKANBARU (RS) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan sedikitnya terpantau 35 titik api (hot spot) berada di Sumatera dan berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.

“Dari pantauan terakhir menggunakan satelit NOAA terdapat 35 titik api di Sumatera. Kondisi itu memiliki potensi bagi terjadinya kebakaran lahan,” ujar analis BMKG Pekanbaru Sanya Gautami di Pekanbaru, Rabu (15/6).
Sanya menjelaskan sebagian besar titik api itu berada di Riau dengan jumlah sebanyak 18 titik
dan tersebar di sejumlah daerah, seperti di Rokan Hilir tujuh titik, kemudian di Bengkalis tiga titik.
Di Rokan Hulu, Dumai, Siak dan Kampar masing-masing terpantau dua titik api. Sedangkan 17 titik api yang terpantau di Sumatera itu berada di Nanggroe Aceh Darussalam sebanyak sembilan titik, kemudian Sumatera Utara tujuh titik dan Sumatera Barat satu titik api.
Secara umum, kata Sanya, sejak awal hingga pertengahan Juni 2011, Kepulauan Riau yang terbebas dari titik api. Sedangkan provinsi lain di Sumatera terpantau memiliki titik api.

“Hujan yang turun tidak merata pada sejumlah daerah di Sumatera telah menyebabkan titik api menghilang dan berkurangnya jumlah hot spot itu, meski demikian potensi kebakaran lahan perlu tetap diwaspadai,” kata Sanya. (tim)