PEKANBARU (RS) Kebakaran lahan melanda 10 kabupaten dan kota di Riau. Dinas Kehutanan Riau langsung menetapkan status siaga satu kebakaran hutan dan lahan, Kamis (16/6). Sementara ratusan titik api ditemukan di Sumatera.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat 131 titik api (hot spot) terpantau di Pulau Sumatera. Sebagian besar berada di Riau, yakni 80 titik api.
Kebakaran lahan terluas terjadi di Rokan Hilir. Di daerah ini ditemukan 44 titik api, lahan yang terbakar terdiri dari areal gambut milik warga dan perusahaan. Titik api juga ditemukan di Bengkalis, yakni 7 titik. Sedangkan Siak dan Kuantan Singingi, masing-masing 5 titik.
Selain itu, Rokan Hulu, Dumai, Indragiri Hulu, Pelalawan masing-masing 4 titik, Kampar 2 titik dan Pekanbaru 1 titik.
Kepala Bidang Perlindungan Dinas Kehutanan Riau Said Nurjaya menyatakan Riau masuk status siaga satu kebakaran hutan dan lahan. Status ini ditetapkan karena kawasan yang terbakar semakin luas.
Said menyayangkan dana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan hingga kini belum bisa dicairkan karena terbentur masalah birokrasi. Padahal, rapat koordinasi yang dilakukan memutuskan dana pemadaman kebakaran lahan bisa langsung digunakan karena situasi darurat.
Belum cairnya dana penanggulangan kebakaran lahan menyebabkan upaya pemadaman api di sepuluh kabupaten dan kota terkendala. Menurut Said, sebagian lahan yang musnah dilalap api terdeteksi milik sejumlah perusahaan. Said mengancam akan mencabut izin perusahaan yang sengaja membakar lahan untuk areal perkebunan.
“Perusahaan jangan hanya bicara siap mengatasi kebakaran lahan saat bertemu Gubernur Riau. Namun, faktanya masih terjadi kebakaran di lahan mereka,” kata Said.
Akibat kebakaran lahan, kabut asap menyelimuti Pekanbaru dan sekitarnya. Kabut terlihat menutupi sejumlah ruas jalan, antara lain Jl Sudirman, Kaharuddin Nasution, Diponegoro dan Tuanku Tambusai.
Warga mulai terganggu kabut asap karena menimbulkan berbagai penyakit, seperti sesak nafas dan pedih pada mata. Meski kualitas udara menurun, hingga kini belum ada imbauan Dinas Kesehatan Pekanbaru agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah. (asr)