PEKANBARU (RS) Dinas Kesehatan Riau mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah, menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Udara tercemar menyebabkan jumlah penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) meningkat.

Kabut asap akibat kebakaran lahan terlihat semakin pekat di Pekanbaru, Kamis (7/7). Udara bercampur partikel debu ini sudah menyelimuti Pekanbaru empat hari terakhir.

Warga mengeluh terserang berbagai penyakit akibat kabut asap, seperti sesak nafas, sakit mata dan iritasi kulit. Gangguan kesehatan terutama dirasakan pengendara sepeda motor di jalan-jalan utama Pekanbaru, antara lain di Jl Sudirman, Kaharuddin Nasution dan Tuanku Tambusai.

Dinas Kesehatan Riau melaporkan jumlah warga yang terkena penyakit akibat asap terus meningkat. Seperti di Kota Dumai, dimana sejak awal Juli 2011, ratusan orang terserang ISPA. Dari sembilan puskesmas di Dumai, tercatat 176 orang terkena ISPA periode 1 hingga 4 Juli.

Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan Riau mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Menurut Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Riau, Andra Syafril, ISPA rentan menyerang anak-anak. Andra minta warga menggunakan masker saat berada di tempat terbuka.

“Kualitas udara semakin menurun. Kondisi ini harus diwaspadai. Warga perlu mengurangi aktivitas di luar rumah,” kata Andra.

Dinas Kesehatan Riau menyiapkan 30 ribu masker untuk dibagi ke daerah yang membutuhkan. Hingga kini, sembilan kabupaten di Riau masih dilanda kebakaran lahan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menemukan 88 titik api. (asr)