ROKAN HULU (RS) Puluhan warga terlibat keributan dengan Kepala Desa Teluk Sono di Rokan Hulu, Rabu (10/8). Warga menuding kepala desa menjual lahan mereka ke sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit secara ilegal.

Pertemuan warga dengan Kepala Desa Teluk Sono Syamsir di Kantor Camat Bonai Darussalam berlangsung panas. Warga memaki kepala desa karena diduga menjual lahan masyarakat ke PT Hutahean tanpa izin mereka. “Lahan kami dijual secara sepihak. Mana tanggung jawabnya,” kata seorang warga Eva.

Mereka mengaku perkebunan kelapa sawit seluas 1.000 hektare milik kelompok tani dijual ke perusahaan PT Hutahean secara diam-diam. Warga menuntut Kepala Desa Teluk Sono Syamsir bertanggung jawab terhadap berkurangnya lahan yang dikelola masyarakat.

Warga meninggalkan ruang pertemuan sebelum dialog dengan pimpinan daerah selesai. Mereka kecewa aparatur kecamatan dan desa tidak mampu menyelesaikan masalah lahan ini. Masyarakat mengancam akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri karena laporan mereka ke Polres Rokan Hulu dan Bupati Rokan Hulu Achmad tidak ditanggapi.

Sementara itu, Kepala Desa Teluk Sono Syamsir membantah tuduhan warga bahwa dirinya menjual lahan ke perusahaan secara sepihak. Syamsir minta warga membuktikan tuduhan mereka jika ada penjualan tersebut. “Silakan kalau ada bukti. Saya akan bertanggun jawab. Tapi sampai sekarang kan tidak ada,” kata Syamsir. (dri)