PEKANBARU (RS) Sejumlah anak jalanan di Pekanbaru menggelar aksi keprihatinan di hari kemerdekaan, Rabu (17/8). Anak jalanan merasakan Indonesia belum merdeka dari kemiskinan. Mereka juga menuntut para koruptor ditangkap karena menyebabkan ekonomi bangsa semakin terpuruk.

Anak jalanan, pedagang koran dan mahasiswa menggelar aksi di bundaran kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru. Anak-anak dari keluarga miskin ini menyatakan kemerdekaan masih menjadi mimpi bagi mereka.

Pengunjuk rasa menggantung foto Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Anas Urbaningrum, terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan, Gubernur Riau Rusli Zainal dan Bupati Kampar Burhanudin Husin. Mereka menyatakan keempat figur ini bermasalah secara hukum.

Pengunjuk rasa menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap dan menggantung orang-orang yang diduga melakukan korupsi karena menyebabkan kemiskinan dan kebangkrutan bangsa. “Kami mendesak KPK menangkap mereka yang menyebabkan rakyat semakin menderita. Jangan lagi mempermainkan hukum,” tegas seorang mahasiswa Age Pranata.

Anak jalanan menyatakan pemerintah belum melaksanakan Pasal 34 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebutkan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara. Buktinya, pengemis dan anak jalanan tidak mendapat perhatian pemerintah sehingga terus hidup terlunta-lunta di tengah ibu kota. (asr)