PEKANBARU (RS) Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru merazia rumah makan dan tempat hiburan di Jl Imam Munandar, Pekanbaru, Kamis (18/8). Razia sempat diwarnai aksi pengrusakan.

Sekitar 20 anggota FPI mendatangi rumah makan Win 321, Jl Imam Munandar, Pekanbaru. FPI memaksa pemilik rumah makan menutup usaha. Razia FPI membuat warga yang sedang makan ketakutan dan buru-buru meninggalkan tempat ini.

Razia sempat diwarnai pengrusakan peralatan rumah makan. Ketua FPI Pekanbaru Feli Riziq yang juga turun ke lokasi berusaha menenangkan anggotanya untuk mencegah aksi anarkis. Ormas keagamaan ini juga menutup paksa tempat hiburan yang beroperasi siang hari selama Ramadan di Metro Swalayan, Jl Imam Munandar. Karyawan permainan video game diminta menghentikan aktivitas. “Tolong hentikan kegiatan. Ini surat imbauan Wali Kota Pekanbaru tolong ditaati,” tegas Feli.

FPI menilai pemilik tempat hiburan melanggar Surat Imbauan Wali Kota Pekanbaru Nomor 01/ 2011 tentang larangan usaha tertentu beroperasi di siang hari bulan puasa. FPI menyatakan Pemerintah Kota Pekanbaru tidak tegas menertibkan rumah makan dan tempat hiburan sesuai peraturan yang dikeluarkannya sendiri. Buktinya, masih banyak ditemukan restoran, karaoke dan panti pijat yang beraktivitas selama Ramadan sehingga meresahkan umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa.

Anggota FPI sempat mendatangi Kantor Wali Kota Pekanbaru untuk menemui pejabat setempat. Namun, FPI hanya menyerahkan Surat Imbauan Wali Kota Pekanbaru kepada polisi dan staf pegawai kantor tersebut. “Kami minta pemerintah menangkap oknum satuan polisi pamong praja yang ikut membeking rumah makan dan tempat hiburan,” kata salah seorang anggota FPI. (asr)