PEKANBARU (RS) Sebanyak 12 pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Riau menggelar rapat khusus tentang ancaman terorisme, Rabu (28/9). Rapat ini dilaksanakan karena Riau dinilai termasuk daerah rawan kegiatan dan tempat persembunyian teroris.

Rapat koordinasi khusus digelar di sebuah hotel di Pekanbaru, Riau. Pertemuan membahas ancaman dan upaya mencegah aksi terorisme ini dihadiri 12 pemerintah kabupaten dan kota se-Riau.

Rapat tertutup dibuka Gubernur Riau Rusli Zainal. Pertemuan juga dihadiri Staf Khusus Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Karseno, Komandan Resort Militer 031 Wirabima Kolonel Zaidun dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Brigjen Suedi Husein.

Gubernur Riau Rusli Zainal menyatakan Riau termasuk provinsi rawan aksi terorisme di Sumatera. Rusli menyebut Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis sebagai wilayah rawan kegiatan dan tempat persembunyian teroris.

“Kita perlu waspadai daerah tersebut. Termasuk wilayah selatan Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga,” kata Rusli.

Di Rokan Hilir, gembong sejumlah aksi terorisme di Indonesia, Nurdin M Top pernah bersembunyi. Riau juga pernah menjadi daerah sasaran peledakan bom pada malam Natal tahun 2000.

Meski termasuk daerah rawan aksi terorisme, Gubernur Riau berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi isu terorisme. Menurut Rusli Zainal, kewaspadaan dini diperlukan dengan pengawasan yang melibatkan semua komponen masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Riau Brigjen Suedi Husein menyatakan pihaknya siap mengamankan sejumlah fasilitas vital di Riau. Suedi juga berjanji pengamanan beberapa even nasional di daerah menjadi perhatian serius polisi. “Pengamanan dini perlu dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan,” kata Suedi. (asr)