PEKANBARU(RS) Puluhan calon jemaah haji memprotes pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum petugas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru. Ribuan calon jemaah haji kloter Pekanbaru dipungut uang Rp30 ribu hingga Rp200 ribu. Sementara Petugas urusan haji berdalih pungutan bersifat sukarela dan dipakai untuk biaya tambahan perlengkapan haji.

Sekitar 20 calon jemaah haji mendatangi Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Kamis (6/10) siang. Mereka menuntut pegawai urusan haji menjelaskan pungutan uang Rp30 ribu hingga Rp200 ribu.

Saat aksi berlangsung, warga menangkap basah seorang pegawai Kemenag Pekanbaru menerima pungutan dari seorang calon haji. Menurut warga, 1.045 calon jemaah haji Pekanbaru harus membayar Rp30 ribu sampai Rp200 ribu agar urusan perlengkapan haji cepat selesai.

“Pungutan ini jelas tidak ada dasarnya. Sebab, semua biaya haji sudah dilunasi. Kok masih ada uang keluar lagi,” kata seorang warga, Akmal.

Calon haji kloter 10 ini memprotes petugas haji karena sudah membayar Rp30 ribu. Namun belum mendapatkan tanda pengenal dan tas resmi Kemenag. “Padahal kami harus berangkat tanggal 10 Oktober mendatang,” kata Akmal.

Mereka mengaku kecewa terhadap pelayanan dan banyaknya pungutan di Kantor Kemenag Kota Pekanbaru. Akmal menyatakan mereka sudah melunasi seluruh biaya perlengkapan haji, termasuk ongkos pesawat dengan total sekitar Rp30 juta. Namun calon haji kecewa karena harus membayar lagi biaya tidak resmi di Kantor Kemenag Kota Pekanbaru. Warga mengancam akan melaporkan pungli ini ke Polresta Pekanbaru.

Sementara itu, pegawai Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Amnan beralasan uang yang dipungut dari calon haji bersifat sukarela. Hamnan menjelaskan uang tersebut digunakan untuk biaya tanda pengenal dan tali rajut tas resmi haji. “Banyak juga calon haji yang tidak perlu membayar uang itu. Tetap kami berikan perlengkapan hajinya. Jadi, biaya yang dipungut sifatnya sukarela,” kata Amnan. (asr)