INDRAGIRI HULU (RS) Suku Talang Mamak di pedalaman Indragiri Hulu masih terisolasi dari dunia luar. Bahkan, suku terasing ini belum tersentuh sarana kesehatan. Akibatnya, ratusan anak-anak dan orang tua menderita berbagai penyakit yang ditanggung turun menurun.

Sungai Batang Gansal adalah salah satu jalur untuk menembus pemukiman suku Talang Mamak. Perjalanan air ke perkampungan suku asli ini memakan waktu 16 jam. Arus deras dan tikungan sungai yang sempit membuat pengunjung perlu ekstra hati-hati. Arus Batang Gansal dikenal ganas, terutama saat musim hujan.

Talang Mamak menempati enam dusun di Kecamatan Siberida, Indragiri Hulu. Salah satunya di Dusun Sadan yang dihuni lebih 100 penduduk. Konon, leluhur Talang Mamak berasal Kerajaan Pagaruyung, Sumatera Barat. Mereka melarikan diri ke Indragiri Hulu karena konflik adat dan agama.

Kehidupan sosial, ekonomi dan budaya suku ini masih sederhana. Penduduk tinggal di rumah tradisional yang terbuat dari kayu, bambu dan atap daun rumbia. Talang Mamak memang terisolasi dari masyarakat modern karena kuatnya ikatan adat.

Buruknya sanitasi membuat keluarga miskin di daerah terpencil ini menderita berbagai penyakit. Mereka terpaksa menanggung TBC, diare dan penyakit kulit turun temurun karena ketiadaan fasilitas kesehatan.

Dokter dan tenaga perawat masuk ke pedalaman Indragiri Hulu hanya satu kali dalam setahun. Mereka harus melawan arus sungai dan belantara Sumatera untuk sampai ke perkampungan Talang Mamak.

“Kondisi medan yang berat membuat kami harus siap menghadapi berbagai resiko,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hulu Zainal.

Perjalanan dengan perahu mesin semakin beresiko karena beratnya muatan berupa obat-obatan dan peralatan medis. Dokter yang dikirim ke Dusun Sadan dan Datai berasal dari Dinas Kesehatan Indragiri Hulu.

Biasanya, tim medis tiba di lokasi pengobatan gratis menjelang malam. Penduduk asli langsung menyambut kedatangan mereka dan minta dilayani. Umumnya, suku Talang Mamak lebih percaya pada dukun dan obat dari alam. Perlahan-lahan, sebagian penduduk mulai beralih ke pengobatan modern. Namun, kemiskinan membuat suku Talang Mamak yang sadar kesehatan modern tidak mampu berobat ke kota.

“Faktor kemiskinan menyebabkan penyakit mereka sulit diobati. Sementara, fasilitas kesehatan belum ada di pemukiman suku asli,” kata Zainal

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Indragiri Hulu, 158 warga suku asli saat ini menderita penyakit kulit. Kasus penyakit yang ditemukan terus bertambah karena menular dalam satu keluarga dan ke warga lain.

Selain penyakit kulit, banyak juga warga terserang TBC dan diare yang disebabkan bakteri. Pengobatan terpaksa dilakukan di tempat terbuka, bahkan di atas perahu karena tidak ada puskesmas di tengah hutan Bukit Tiga Puluh. (asr)