PELALAWAN (Segmennews.com)- Hingga saat ini persoalan internal terus terjadi di SMKN 1 Pangkalan Kerinci terus bergulir. Kali ini ratusan siswa-siswi di sekolah berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) Menuntut Kepala Sekolah mundur dari jabatannya.

Pasalnya, menurut siswa, Kepala sekolah tidak pernah berada di tempat. Sejak menduduki kelas X mereka belum pernah ketemu dengan Kepsek, disamping itu jabatan penting disekolah juga di pegang oleh saudara-saudara Kepala Sekolah itu sendiri.

salah satu siswa, Dwi bahwa jika tuntutan mereka tidak diindahkan, maka mereka akan melakukan mogok belajar selama satu minggu.

“Kami akan mengadakan aksi mogok belajar selama satu minggu ke depan, sebelum tuntutan kami agar Kepala Sekolah dan anak serta menantunya dicopot dari jabatannya. Aksi ini juga adalah sebagai bentuk tuntutan kami akan Jani Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan dan anggota DPRD Komisi A, yang katanya ingin menyelesaikan persoalan ini secara tuntas,” terang Dwi Surya Pamungkas, kemarin.

Menanggapi hal ini, Kabid Kurikulum Disdik Pelalawan Salbiah S.Pd didampingi Sekretaris Disdik Jalal S.Pd mengatakan bahwa untuk masalah sarana dan prasarana maka hal tersebut telah dikondisikan oleh Dinas Pendidikan Pelalawan melalui bidang program. Artinya, para siswa tidak ada lagi dibebankan hal-hal seperti itu.

Sementara untuk pencopotan jabatan Kepsek dan anak menantunya itu, diakuinya adalah kewenangan Bupati dan harus ada Surat Keputusan (SK) Bupati.

“Untuk tuntutan mengenai kepsek, akan saya sampaikan ke Pak Kadis yang saat ini sedang berada di Jakarta. Tapi perlu diketahui, kalau kepsek itu gaungnya adalah Bupati Pelalawan karena SK-nya adalah SK Bupati,” tandasnya.

Ditempat terpisah, Ketua DPRD Pelalawan, H Zakri dikonfirmasi terkait tuntutan siswa SMKN 1, menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini. Dia juga berjanji akan menyelesaikan permasalahan dengan mengganti Kepsek yang baru. (rz)