Tokoh masyakat Pangkalan Lesung, saidina Ali menyampaikan aspirasi masyarakat

PELALAWAN (Segmennews.com)- Banyaknya warung remang-remang yang diduga digunakan untuk bermaksiat di Kecamatan Pangkalan Lesung, kabupaten Pelalawan membuat warga gerah dan mengancam akan melakukan Demo.

“Jika Pemkab tidak menanggapi permintaan masyarakat untuk menutup dan menindak warung-remang-remang, maka masyarakat akan melakukan Demo, terutama ibu-ibu wiritan yang telah lama merasa resah, sebab di takutkan akan merusak anak-anak mereka,” tegas Tokoh masyarakat Pangkalan Lesung, Saidina Ali (61), Rabu (3/10) saat menyampaikan berkas pernyataan sikap yang di tandatangani masyarakat kepada Bupati Pelalawan di lobi kantornya.

Pernyataan sikap masyarakat itu langsung diterima oleh Bupati, HM Harris. Harris berjanji akan mengkoordinasikan hal itu kepada Satpol-PP.

Sebelumnya berkas pernyataan sikap tersebut juga sudah disampaikan ke wakil Ketua DPRD Pelalawan, Kasiadi.

Namun sejauh ini, Saidina menilai bahwa Pemda dan aparat penegak hukum terkesan melakukan pembiaran dan tidak mampu menegakkan hukum dan Perda yang telah ada.

“Hukum seakan tumpul, dan aparat baru beringas kalau masyarakat sudah bertindak. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Pemda seharusnya cepat memberikan respon,” kesal pria yang pernah mendekam selama 3 hari 3 malam di sel Polres Pelalawan terkait aksi pembakaran lokalisasi Pompa Air beberapa tahun silam.

Sebutnya, pembiaran terhadap praktek maksiat di daerah ini tidak hanya mengundang murka dari Allah SWT, tapi kehancuran rumah tangga pun bakal terus terjadi.

Wakil Ketua I DPRD Pelalawan Kasiadi dikonfirmasi meminta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat tetap menahan diri dan masyarakat untuk tidak bertindak sendiri.

Pasalnya, apapun bentuk tindakan anarkis tetap saja salah, meski masyarakat memberantas pekat di daerahnya sudah benar. (rz)