Pelalawan (Segmennews.com)- Anggota DPRD Pelalawan kagum dengan sumbang PAD RSUD Padang Panjang Sumatra Barat (Sumbar) bagi pemerintahannya. Pada saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang Sumatera Barat Kamis kemarin (4/10), anggota Komisi A DPRD Pelalawan terkesan dengan rumah sakit tersebut. Pasalnya, rumah sakit milik pemerintah daerah itu telah membuktikan keberhasilannya karena selain sebagai penyumbang PAD terbesar, RSUD Padang Panjang itu juga menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat setempat.

“Kami dari Komisi A DPRD Pelalawan baru saja sampai ke RSUD Padang Panjang. Saat kunjungan itu, kami ditemani langsung oleh Direkturnya dan diajak melihat-lihat fasilitas di rumah sakit itu. Ternyata walaupun RSUD Padang Panjang milik pemerintah, kualitas pelayanannya sangat maksimal tidak seperti di RSUD kita, maka dari itu kita minta agar RSUD Selasih bisa mencontoh RSUD Padang Panjang,” terang Wakil Ketua Komisi A DPRD Pelalawan Markarius Anwar pada wartawan via telpon selulernya, Jum’at (5/10).

Markarius menjelaskan bahwa hal yang menonjol dan sangat berbeda dengan RSUD lainnya sehingga anggota komisi A DPRD Pelalawan ingin melihat bagaimana sistem pengelolaan RSUD Padang Panjang itu, karena diketahui saat ini RSUD Padang Panjang adalah satu-satunya RSUD penyumbang PAD terbesar se-Indonesia yakni mencapai 14,6 Milyar pertahun.

“Setelah kami tanya-tanya dan selidiki sendiri, ternyata kenapa RSUD tersebut bisa menyumbang PAD begitu besar karena sistem manajemen di RSUD tersebut yang pertama kali diutamakan adalah pelayanan yang maksimal terhadap pasien. Selain pelayanan medis yang diberikan oleh pihak RSUD, pihak rumah sakit juga memenuhi kebutuhan peralatan medis sebagai penunjang dan melengkapi semua dokter specialis sehingga pasien yang berobat di RSUD itu selain dapat berobat murah juga mendapatkan pelayanan yang maksimal dan tidak perlu berobat ke Rumah sakit swasta,” bebernya.

Pelayanan yang maksimal itu, sambungnya, dikarenakan rumah sakit tersebut semuanya diperbaiki, baik pelayanan dan fasilitasnya selama lebih kurang 5 tahun. Baru setelah itu, mereka mendapatkan hasilnya dengan berhasil menyumbangkan PAD sebesar 14,6 Milyar per tahun.

“Jadi saya sarankan kalau bisa RSUD Selasih jika dapat studi banding, kemari saja enggak usah jauh-jauh karena RSUD Padang Panjang cukup bagus untuk dicontoh,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dari hasil perbincangan anggota komisi A DPRD Pelalawan dengan pihak managemen RSUD menjelaskan bahwa saat pembangunan RSUD mulai dilaksanakan, mereka mendapat back-up penuh oleh kepala daerahnya sehingga semua bangunan yang dikerjakan memang benar-benar berkualitas dan cukup bagus hasilnya.

“Padahal anggarannya dengan anggaran pembangunan RSUD Selasih itu hampir sama tapi kenapa RSUD kita tak bisa semaju RSUD Padang Panjang. Namun yang jelas yang perlu dicontoh dari sini ini adalah bahwa selain pelayanan, juga ada yang lebih penting lagi yaitu tanggung jawab penuh seorang Direktur RSUD untuk jangan sungkan menegur bawahannya atau dokter specialis yang melakukan kesalahan, selain itu juga ketransparanan masalah keuangan juga perlu dilakukan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs Sozifao Hia yang juga anggota Komisi A DPRD Pelalawan yang ikut dalam kunjungan tersebut. Menurutnya, bahwa RSUD Padang Panjang tahun 2009 sudah mampu menyumbangkan PAD sebesar 1,6 Milyar dan sekarang sudah mencapai 14,6 Milyar.

“Dan itu bisa terwujud memang karena pihak RSUD mampu menciptakan Image yang baik di masyarakat, selain pengelolaannya tepat sasaran sehingga mampu menjadikan RSUD tersebut sebagai Rumah sakit kebanggan masyarakat setempat. Lihat saja bentuk bangunannya yang seperti hotel berbintang dan biayanya sangat terjangkau yakni cuma 250 ribu per malamnya di ruangan VIP. Karena itu, banyak sekali pejabat dan bahkan Bupati juga berobat di RSUD itu, dan ini harus bisa di ciptakan di Pelalawan,” pungkasnya. (rz)