PasirPangaraian (Segmennews.com)- Diperkirakan sebesar 30 persen Calon Pengantin(Catin)di Kecamatan Bonai Darussalam kabupaten Rokan hulu tidak bisa Baca Al-quran,akibatnya  Ijab Kabul terpaksa berulang kali.

Demikian diungkapkan Kepala kantor Urusan Agama(KUA)Bonai Darussalam Arman SThi, Senin(8/10). Katnya, rata-rata dari 10 pasangan yang menikah hanya 7 pasanganlah yang bisa baca Alqur’an, sedangkan 3 persen lagi terpaksa Ijab Kabul berulang-ulang kemudian setelah dinikahkan, pasangan tersebut disuruh belajar Alqur’an lagi.

Banyaknya pasangan calon yang tidak mampu baca Alqur’an tersebut karena dahulunya kecamatan Bonai Darussalam ini cukup jauh dari Ibu Kota Kabupaten,dan termasuk juga kurangnya SDM di Bidang Agama,sementara jarang Ustad yang masuk kesana mengingat sulitnya sarana  Transportasi.

Menurut Arman untuk membina mereka dalam membaca Alqur’an didinya sebagai KUA terpaksa bekerja keras didalam melakukan Pembinaan dan juga harus mencara warga yang pandai membaca Alqur’an dengan mendirikan Tampat Pembinaan Alqur’an(TPA),untuk mengajar anak-anak yang ada di Bonai tersebut.

Arman menganjurkan kepada warga Bonai agar memasukkan anak-anaknya ke TPA yang ada agaranak-anak tersebut tidak buta Alqur’an.

Hal itu juga telah Intruksikan Bupati Rokan Hulu bahwa setiap anak yang memasuki jenjang SMP di Kabupaten Rohul harus bisa membaca Qur’an,sebabagimana sejak dua tahun yang lalu sidah diterapkan di Ibukota kabupaten Rokan Hulu.

“Kalau kebijakan tersebut di laksanakan di Kecamatan Bonai Darussalam mungkin banyak anak-anak tamatan SD yang putus sekolah karena tidak pandai baca Qur’an,’’terangnya.(gibson)