Jakarta (segmennews.com)- Selain Novel Baswedan, disebut-sebut ada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga dalam bidikan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Ketua Indonesia Fight Corruption Intan Sari Geny mengaku mendapatkan informasi dari Ketua KPK Abraham Samad. Ada penyidik KPK berinisial I dengan pangkat komisaris polisi yang ingin ditangkap Polri.

Kompol I dikabarkan seorang penyidik KPK yang berani. Ketika tim penyidik KPK menggeledah kantor Korps Lalu Lintas Polri, pada 31 Juli lalu, Kompol I itu menelepon pihak berwenang karena lampu dimatikan. “Karena keberaniannya itu, Kompol I juga menjadi target setelah Kompol Novel,” tuturnya, Jakarta, Senin (8/10/2012).

Kompol Novel ingin ditangkap personil Polda Bengkulu dengan dugaan penganiayaan berat terhadap pelaku pencurian walet di Bengkulu pada Februari 2004. Puluhan polisi yang mengepung Gedung KPK pada Jumat (5/10/2012) tidak berhasil menangkap Novel karena surat penangkapan tidak dilengkapi tanda tangan pihak pengadilan.

Kompol I merupakan satu dari lima penyidik KPK yang tidak mau kembali ke Mabes Polri setelah ada perintah dari Polri untuk kembali dari KPK. Kompol I sudah sekitar lima tahun menjadi penyidik KPK dan satu angkatan dengan Kompol Novel.

Saat dikonfirmasi apakah KPK mempunyai penyidik berinisial I dan berpangkat komisaris polisi, Juru Bicara KPK Johan Budi tidak membenarkan atau membantah. “Belum ada informasi soal itu. Nanti saya cek dulu,” kata Johan. (snc/inc)