Pelalawan (Segmennews.com) – Dalam gelaran Pelalawan Expo bersempena HUT Pelalawan ke 13 ini, Dewan Kesenian Kabupaten Pelalawan (DKP) mencoba untuk melakukan kolaborasi seni tari melayu zapin pecah 12 yang akan ditampilkan oleh sejumlah paguyuban yang ada di daerah ini.

Kolaborasi yang pertama rencananya akan digelar di Pelalawan Expo pada Kamis (11/10) malam di lapang sepakbola Pangkalan Kerinci.

“Insya Allah, tarian Melayu pecah 12 ini akan coba kita pentaskan nanti malam dalam Pelalawan Expo di lapangan sepakbola Pangkalan Kerinci. Pagelaran festival tarian Zapin Pecah 12 ini nantinya akan dibawakan oleh sejumlah paguyuban yang ada di Pelalawan diantaranya Nias, Aceh, Jawa, Batak dan Minang. Kita adakan pagelaran ini sebagai tanda bahwa dengan seni kita bisa bersatu sesuai dengan tema yang kita usung,” terang Ketua DKP Pelalawan H Herman Maskar pada sejumlah wartawan di Pangkalan Kerinci, Rabu (10/10).

Herman menjelaskan bahwa festival Tarian Zapin Pecah 12 ini sebenarnya memang asli tarian Melayu. Namun kali ini, DKP ingin mencoba menampilkan hal lain yakni memperlombakan tarian itu pada sejumlah paguyuban yang ada di Pelalawan diantaranya paguyuban Nias, Jawa, Aceh, Batak dan Minang.

“Kita ingin bahwa meski Tarian Zapin Pecah 12 adalah milik Melayu namun masyarakat Kabupaten Pelalawan yang heterogen dengan berbagai suku ini bisa juga membawakan tarian Melayu. Hingga dengan begitu, meski mereka berasal dari suku mana saja namun karena tinggal di Melayu, diharapkan bisa juga membawakan tarian Melayu,” bebernya.

Selain membawakan tarian wajib yakni Zapin Pecah 12, sambungnya, para penari dari sejumlah paguyuban ini sendiri nantinya juga akan membawakan tarian khas daerah masing-masing. Artinya, pihaknya memberikan kesempatan juga pada mereka untuk dapat memperkenalkan kebudayaan seni tari daerah mereka masing-masing.

“Dari berbagai tarian yang akan dibawakan oleh masing-masing paguyuban dengan berbagai latar belakang daerah itu, hikmahnya adalah bahwa meski Kabupaten Pelalawan berpenduduk heterogen namun tetap satu visi dan satu misi dalam membangun daerah ini ke depannya, tegasnya.

Di samping akan diisi oleh kesenian tari dari sejumlah paguyuban yang ada di Pelalawan, lanjutnya, pagelaran tari yang diadakan oleh DKP ini nanti juga akan diikuti oleh kabupaten kota tetangga yakni dari Kabupaten Meranti, Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru yang akan dibawakan oleh Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR).

“Yang jelas, momen ulang tahun kabupaten kali ini akan kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk kegiatan kesenian yang ditampilkan oleh DKP. Jadi selain memperkenalkan kesenian dari paguyuban lain, namun kita tidak meninggalkan kesenian asli masyarakat melayu yakni tarian Zapin Pecah 12. Ini kita lakukan karena Kabupaten Pelalawan adalah milik kita semua dan untuk kita semua, dan semoga saja apa yang kita buat ini bisa menimbulkan kebersamaan dengan menghilangkan perbedaan untuk mewujudkan Kabupaten Pelalawan semakin maju di seluruh bidang,” harapnya. (rz)