Jakarta (segmennews.com)-Mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang menguatkan dakwaan jaksa pada Angelina Sondakh yang menyebut bahwa istri almarhum Adjie Massaid itu menerima uang senilai Rp 15 miliar untuk membahas usulan anggaran proyek 16 universitas sebesar Rp 610 miliar dengan Kemendiknas di Badan Anggaran DPR RI. Uang itu, menurut Rosa, diberikan bertahap. Hal ini diungkapkan Rosa saat menjadi saksi persidangan Angelina alias Angie di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (11/10).

“Itu adalah 50 persen awal dari fee 5 persen total usulan anggaran yang dijanjikan bapak (Nazaruddin) pada bu Angie. Nanti 50 persennya lagi diberikan setelah usulan anggaran universitas diterima. Sebenarnya bu Angie minta tujuh persen, kata yang lain biasanya tujuh persen, tapi karena Nazaruddin temannya jadi enggak papa lima persen feenya,” tutur Rosa.

Setelah itu, keduanya membahas rencana transaksi menggolkan usulan anggaran 16 universitas tersebut dalam beberapa kali pertemuan di Mall FX, Jalan Sudirman dan kantor Angie, lantai 23, ruang 2301, Gedung DPR RI. Uang yang diberikan pada Angie biasanya dititipkan pada kurir. Nilai uang terdiri dari dollar Amerika dan rupiah. Rosa mengaku jika tak bisa bertemu, keduanya berdiskusi mengenai penyerahan uang melalui Blackberry Messenger. Hal ini sempat dibantah oleh Angie, pada sidang-sidang sebelumnya. Namun, Rosa dalam kesaksiannya berkali-kali menyebutkan ia terlibat pembicaraan dengan Angie melalui BBM.

Dalam proses penggiringan untuk mendapatkan anggaran ini, Angie ternyata belum bisa menikmati semua fee yang dijanjikan oleh perusahaan Nazaruddin. Rosa mengatakan tidak semua usulan proyek di 16 perguruan tinggi (PT) akhirnya didapatkan oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Permai milik Nazaruddin. Melainkan, hanya mendapatkan proyek di enam PT, yakni Universitas Tadulako, Universitas Negeri Malang, IPB, USU, Universitas Patimura dan Universitas Cendrawasih. Angie masih kurang 15 miliar lagi.

“Saya tidak tahu lagi, 50 persen berikutnya didapat lagi atau tidak, karena saya waktu itu sudah ditangkap. Tidak ada lagi obrolan mengenai uang itu setelah saya ditangkap. Bu Angie pernah mengunjungi saya, tapi tidak bahas itu,” ujar Rosa.

Rosa menyatakan, seharusnya Angie tetap mendapatkan bagian fee terakhirnya, Rp 15 miliar, meski 16 universitas itu tak semua mendapat anggaran yang diusulkan.

“Itu resiko perusahaan kami, meski tidak semua anggaran usulan didapat, kami tetap memberikan feenya,” pungkas Rosa. (snc/jpnn)