tampak oknum TNI menganiaya wartawan

Pekanbaru (Segmennews.com)- Sejumlah Organisasi wartawan yakni, PWI, AJI, PJI, IJTI, PFI dan WOWAT mengecam perbuatan yang tidak terpuji dilakukan oleh oknum TNI AU terhadap wartawan.

Organisasi wartawan tersebut menyampaikan pernyataan sikap meminta Danlanud Pekanbaru, Bowo Santoso dipecat. Pasalnya, beberapa bawahannya telah melakukan pemukulan terhadap salah satu wartawan hingga terjungkal, yang saat itu menjalankan tugas selaku jurnalistk mencoba meliput terjatuhnya Pesawat Hawk 200 milik TNI AU jatuh di kawasan Jalan Amal, Kelurahan Pasir Putih, Pandau, Pekanbaru, Selasa (16/10) sekitar jam 09.50 WIB.  

Tak hanya wartawan yang medapatkan pukulan saat itu, warga yang berada di sekitar lokasi juga tak luput mendapatkan pemukulan oknum TNI AU tersebut.
Para awak Media elektronik, cetak, internet juga memiliki bukti gambar di sekitar lokasi kejadian. Mereka menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan represif anggota TNI AU di lapangan kepada sejumlah wartawan, seperti memukul dan merampas kamera foto dan kamera video dari tangan wartawan.

Sejumlah Organisasi Wartawan juga meminta Kepada pihak Lanud Pekanbaru agar bertanggung jawab atas kerugian materil yang dialami wartawan korban tindakan represif anggota TNI AU di lapangan.

Mendesak agar perkara penganiayaan yang dilakukan oleh, Letkol Robert Simanjuntak Lanud Roesmin Nurjadin beserta beberapa anggota Yon 462 Paskhas.

Pasca kejadian jatuhnya pesawat tersebut, Pilot pesawat buatan Inggris tahun 1980 dengan no TT0212 tersebut yakni, Reza Yori Prasetyo selamat berkat kursi lontar dan tidak mengalami luka yang berarti.

Aparat TNI tampak berjaga-jaga di lokasi kejadian namun awak media dilarang mengambil gambar pesawat dan melakukan peliputan. Kameramen dan wartawan Rtv, Fahri Rubianto mengalami pemukulan oleh anggota TNI di lapangan saat akan mengambil gambar pesawat yang jatuh.

Kasat Intel Lanud Pekanbaru, Zia saat itu mengatakan bahwa anggota TNI di lapangan mengamankan pesawat yang jatuh agar terhindar dari ancaman ledakan.

Tindakan pemukulan oleh anggota TNI kepada wartawan dikatakannya belum dapat dipastikan karena pihaknya belum melakukan pemeriksaan. Saat ini pihaknya masih di lokasi melakukan pengawasan pesawat. (den/kir)