Rumput di Venue Kempo tampak mengering tanpa perawatan yang layak

SIAK (Segmennews.com)- Proyek penanaman rumput di venue kempo yang menghabiskan dana APBD Siak 2012, kini sudah mulai mengering dan perawatannya tak kunjung datang. Proyek tersebut terkesan di sia-siakan tanpa mendapatkan perawatan yang layak dari pihak kontraktor.

Rumput di halaman gedung atau venue kempo pada PON XVIII lalu, saat ini Kamis (18/10/12) sudah mulai mengering bahkan ada yang mati. Proyek tersebut dikerjakan PT. Karya Nusa Suksesindo sekalian dengan landscape dan lighting total nilai proyek sebesar Rp 8 milliar.

Menanggapi hal itu, dari keterangan PPTK dari Dinas Tataruang Ciptakarya (Distar) Siak, Andis Afryadi menyatakan hingga saat ini proyek tersebut masih dalam perawatan hingga enam bulan kedepan, apabila ada rumput yang mati nanti akan diganti rekanan, begitu pemupukan rumput.

“Pekerjaan itu masih dalam perawatan, pihak rekanan akan melakukan pemupukan serta penyiraman, jadi selama enam bulan ini, rumput itu masih dalam perawatan. Tidak rumput saja seluruh pekerjaan yang bersamaan dengan itu masih dilakukan perawatan,” terangnya.

Sementara itu pihak kontraktor, Ferly saat dikonfirmasi berdalih bahwa saat ini pihaknya akan melakukan pemupukan dan pekerjanya masih di Bangkinang untuk mengambil pupuk.

“Itu masih tanggung jawab kita, saat ini pekerja kita pergi ke Bangkinang mengambil pupuk untuk rumput itu,” kilahnya Ferly.

Namun saat dikonfirmasi lebih jauh terkait jumlah pekerja yang akan dipekerjakan untuk merawat rumput itu, Ferly tidak bersedia memberikan jawaban.

Sebab berdasarkan pantauan dilapangan, sejak beberapa beberapa hari ini tidak terlihat ada kegiatan pekerjaan maupun para pekerja itu sendiri.

Saat kembali di tanya soal penjemputan pupuk ke Bangkinang seperti yang diungkapkannya. Apakah seharusnya di jemput oleh semua pekerja? Ferly-pun hanya bungkam.

“Pekerjaan itu masih dalam massa perawatan enam bulan,” tukasnya tanpa bersedia menjawab pertanyaan sebelumnya. (rinto)