int

Pelalawan (Segmennews.com)- Forum Wartawan Pelalawan Bersatu ( FWPB ) yang terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia( PWI)Asosiasi Tabloid Pelalawan (ATAP ), Korp Organisasi Wartawan Republik Indonesia ( KOWRI ), Gabungan Wartawan Indonesia ( GWI, ), serta KWRI Pelalawan pada, Kamis ( 18/10 ) mengadakan aksi damai di Mapolres dan DPRD Pelalawan. FWPB melakukan aksi damai tersebut sebagai tanda bahwa seluruh Wartawan Pelalawan turut merasakan apa yang dirasakan satu profesi.Aksi ini dilakukan sehubungan perlakuan oknum TNI AU yang berpangkat perwira menengah menganiaya wartawan yang meliput kejadian jatuhnya pesawat milik TNI AU jenis HAWK 100 yang terjadi pada Selasa (16/10 ) di Kabupaten Kampar kemarin. Massa yang diperhitungkan ratusan orang wartawan pelalawan ini konvoi dari Media Center berkeliling lintas timur hingga sampai ke Mapolres Pelalawan, Kapolres Pelalawan, AKBP Guntur Aryo Tejo menyabut baik kehadiran awak media. Forum Wartawan Pelalawan Bersatu, sangat mengecam habis tindakan oknum TNI AU yang kelewatan batas hingga mengakibatkan 4 orang wartawan yang melakukan tugas jurnalisnya luka-luka dibagian wajah. Koordiator Lapangan, Yahya yang didampingi Zulhamsyah (Sekretaris aksi ) mengatakan dihadapan Kapolres AKBP Guntur Aryo Tejo FWPB meminta kepolisian untuk memproses pidana yang dilakukan oknum TNI tersebut sebelum oknum TNI diadili secara meliter atau internalnya, Wartawan ingin kejadian seperti yang terjadi tidaklah tejadi diwilayah hukum Polres Pelalawan. “Kami sangat mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan perwira TNI terhadap wartawan,” ujarnya. Forum Wartawan tersebut menyerahkan 6 item pernyataan sikap yang diserahkan langsung kepada Kapolres Pelalawan, pernyataan sikap diterima Kapolres Pelalawan dan Aryo Tejo berjanji akan menyampaikan surat pernyataan kepada Polda untuk disampaikan ke Mabes Polri. Guntur yang didampingi para Kasat juga menjamin bahwa kekerasan terhadap Wartawan tidak akan terjadi di wilayah Hukum Polres Pelalawan. Pada hari yang sama FWPB juga menyampaikan aspirasinya terhadap DPRD Kabupaten Pelalawan, Wakil Ketua DPRD, Ikmal dan juga Ketua Komisi B, yang menaungi wartawan di komisi menyatakan, aspirasi FWPB akan disampaikan kepada pihak terkait supaya ditindak lanjuti oleh DPR RI, kami juga menyesalkan kekerasan yang dilakukan Letkol Robert S. Karena menyalahi Etika Keprajuritan sebagai TNI. Ikmal juga berharap kepada media supaya aksi sedemikian rupa juga dilakukan disaat masyarakat lagi dalam masalah janganlah karena satu profesi dilakukan demo ini, akan tetapi kalau bisa tolong dibantu juga masyarakat yang dalam masalah untuk menyampaikan aspirasinya. (YUS)