Bagansiapiapi (Segmennews.com)- Masyarakat mengharapkan agar pelaksanaan MTQ Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) benar-benar dalam pelaksanaan ajang pembinaan bagi putra/putri daerah tanpa keterlibatan kafilah asal luar. Untuk itu, masyarakat sangat menyesalkan sikap pemerintah dan  kementerian agama Rohil yang masih melakukan perekrutan khafilah asal luar daerah dalam mengikuti ajang perlombaan MTQ Kabupaten Rohil dilaksanakan tanggal 1 November 2012 mendatang.

Pasalnya, khafilah putra daerah dinilai masih memiliki potensi mengangkat nama baik daerah, dengan syarat fokus melakukan pembinaan dan pelatihan. “Saya dapat informasi sudah banyak khafilah asal Sumatera Utara sebagai joki untuk mengikuti pertandingan MTQ Kabupaten Rohil nantinya. Kalau perekrutan juga masih dilakukan dari luar daerah, masyarakat akan mengambil class action sebagai tindakan tersendiri. Saya yakin putra/putri daerah memiliki kemampuan, hanya saja untuk mengasahnya dibutuhkan pelatihan dan pembinaan dengan mendatangkan guru sesuai dengan bidangnya, seperti Fahmil Quran, Sarhil, Khotil Quran, Hafiz 5 juz, dan Hafiz 10 juz,” ungkap Pemilik Pesantren Al-Madjidiyah Bagan Sinembah, H Bachid Madjid kepada MRNetwork, Selasa (23/10).

Menurutnya, perekrutan secara besar-besaran terhadap khafilah luar daerah merupakan tindakan pembusukan terhadap publik. Sebab, selama ini masyarakat berfikir khafilah yang diikutsertakan berasal dari daerah sendiri. Beberapa waktu lalu, Kecamatan Bagan Sinembah memboyong seluruh khafilah asal Sumatera Utara mengikuti seluruh cabang dipertandingkan sebagai joki. Namun kemenagan itu bukan merupakan kebanggan bagi masyarakat.

“Artinya, kalau khafilah luar daerah yang menang sepenuhnya tidak mutlak menjadi kebanggaan daerah. Saya berfikir dalam ajang MTQ bukanlah suatu turnamen olahraga, karena yang dibutuhkan bukan kemenangan semata, melainkan mencari bibit putra putri daerah berbakat dalam mengaji Al Quran. Saya pikir kalau pemerintah daerah bersama kementerian agama serius mencari bakat putra-putri daerah, ke depan Kabupaten Rohil memiliki khafilah yang handal dan menjadi kebanggan bagi daerah,” ungkapnya.

Anggota DPRD Rohil Zulkifli menyatakan, tindakan perekrutan khafilah asal luar daerah dapat menyurutkan semangat dan motivasi putra daerah. Tradisi menggunakan joki luar untuk meraih juara sangat bersebrangan dengan semangat daerah seribu kubah. Dalam mencari dan menghasilkan putra-putri daerah yang pintar Al Quran. Pemerintah daerah sendiri sudah seharusnya memprogramkan pembinaan sebagai bentuk pemberian motivasi terhadap generasi muda. (hr/sn)