PasirPangaraian (Segmennews.com)- krisis penerangan listrik masih jadi masalah di Kabupaten Rokan Hulu, hal itu terbukti sekitar 30 persen Desa di Kabupaten Rohul belum teraliri listrik. Namun Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Rohul menargetkan tahun 2014 30 persen tersebut sudah teraliri Listrik.

Kepala Dinas Pertamabangan Rohul Bisman, Senin (5/11), melalui program Lides tahun 2012 ini, untuk memenuhi kebutuhan listrik tersebut, pihaknya membangun  3 KM Jaringan Tegangan Menegah (JTM) di Sungai Kuning Desa Kabun Kecamatan Kabun, disamping itu 163 tiang baru untuk menghubungkan jaringan listrik di daerah pedesaan.

“Kita tetap upayakan pembangunan penerangan listrik merata di seluruh desa Kabupaten Rohul, baik melalui dana APBD Rohul, APBD Provinsi dan APBN, namun tentu dilakukan secara bertahap, dari jumlah desa di Rohul sekitar 40 Desa belum dialiri listrik, baru menggunakan listrik PLTD yakni genset,” ungkapnya.

Dengan adanya listrik tersebut lanjutnya, maka tentunya dapat mengurangi untuk membeli minyak, khususnya di 3 Kecamatan paling membutuhkan aliran penerangan listrik, yakni Kecamatan Tambusai Utara, Bonai Darusslam dan sebahagian desa di Kecamatan Rambah Hilir, tetap ada komunikasi aktif dengan pihak terkait seperti PT. PLN dan  pemerintah pusat.

“Tahun 2014 mendatang ada program pembangunan Gardu Induk (GI) kapasitas 150 KA. Sedangkan Rohul hanya  membutukan 145 MW, kemudian Rohul masih kekurangan sekitar 30 MW, juga untuk mengatasi krisis listrik adanya penyambungan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dari Bangkinang,” terangnya.

Ditambahkan, masih dalam konteks mengatasi krisis listrik, Pemkab Rohul  bersama Perusahaan Daerah (Perusda) telah membuat MOU dengan pihak investor dari Korea dan Thailand untuk membuat listrik dari biogas atau tangkos Kelapa Sawit, jadi semuanya akan diupayakan secara maksimal pengelolaanya.

“Kita tetap komit Rohul dapat teralairi listrik hingga ke pedesaan berbagai upaya telah dilakukan, mudah-mudahan tidak ada hambatan untuk realisasi target program itu,” tutupnya. (dab)