Bengkalis (Segmennews.com)- Bupati Bengkalis Herliyan Saleh meradang di Jambatan Sungai Dukuh, yang menghubungkan antara Desa Tanjung Punak ke Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker). Pasalnya, saat bupati meninjau lokasi pembangunan Jambatan, ternyata belum ada pengerjaan sama sekali.

Belum dimulainya pekerjaan oleh kontraktor, sementara Surat Perintah Kerja (SPK) telah keluar. Hal itu  membuat orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis ini kecewa. Padahal, bupati tidak tega melihat masyarakat melintasi Jambatan yang menghubungkan Kecamatan Rupat Utara dan Rupat itu yang tak layak lagi digunakan.

“Bagaimana kerjanya ini. Kasihan kita melihat masyarakat menyeberangi Jambatan. Tolong panggilkan kontraktornya, saya mau bicara,” kata bupati di Jambatan itu saat Kunker ke Kecamatan Rupat Utara belum lama ini.

Tidak puas sampai disitu, bupati langsung mengotak-atik henphon genggamnya, dan langsung menelepon Satauan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang menangani Jambatan tersebut. Dalam telepon itu, bupati menegaskan agar Jambatan itu secepatnya dikerjakan. Dan bupati sempat menyebut beberapa hal terhadap yang diteleponnya.

“Ini kok belum dikerjakan. SPKnya kapan keluar? Kontraktornyapun tidak ada dilapangan. Saya sekarang di Jambatan ini. Tolong secepatnya dikerjakan, karena ini dibutuhkan masyarakat,” tegas bupati terdengar tengah menelepon.

Tak lama berselang, bupati memerintahkan salah satu rombongan untuk memanggil kontraktor atau pekerja. Akhirnya salah seorang mandor proyek datang menghampiri orang nomor satu di Pemkab Bengkalis itu. Pada pekerja itu, bupati mempertanyakan kapan Jembatan itu dikerjakan. Apakah sudah mulai atau belum.

“Tolong segera kerjakan. Karena masyarakat sangat membutuhkan Jambatan ini. Kalau tidak saya akan beri Surat Peringatan (SP1). Apalagi dengan sisa waktu yang ada. Saya minta kerjakan semaksimal mungkin,” tuntas bupati sambil berlalu.

Pantauan dilapangan, Jambatan yang ada saat ini hanya terbuat dari kayu berukuran hanya untuk kenderaan roda dua (sepeda motor-red). Bahkan, dibagian lantai Jambatan, papan terlihat banyak yang bolong. Sementara, di ujung Jambatan telah terlihat material berupa onggokan pasir dan bangunan tempat penyimpanan material. (ur/snc)