Jakarta (Segmennews.com) – Rokan Hulu kembali meraih prestasi di bidang pendidikan, bersama 13 Kepala Daerah di Indonesia, Bupati Rokan Hulu, Drs H Ahmad MSi menerima penghargaan Anugerah Kihajar (Kita Harus Belajar) tahun 2012 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI H Mohammad  Nuh, Jumat (8/11) malam.
 
Penghargaan khusus, inisiatif pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai sarana pendidikan yang diterima oleh satu-satunya kepada daerah di Riau itu, diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kemdikbud, Jakarta.
        
Anugerah Kihajar merupakan penghargaan yang diberikan oleh Kemendiknas kepada daerah-daerah yang memiliki peran penting serta
dukungan terhadap program Kemendikbud dalam upaya meningkatkan pemanfaatan TIK untuk pendidikan.
        
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, mengatakan 6 Gubernur, 8 Walikota dan Bupati yang menerima penghargaan Anugerah Kihajar ini, dinilai berhasil mendayagunakan TIK dalam dunia pendidikan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota.
        
Dia memberikan ucapan selamat kepada Bupati Rohul Drs H Achmad yang memperoleh penghargaan.Anugerah yang diberikan kepada kepala daerah yang berprestasi ini, bertujuan untuk memicu daerah lain mengembangkan TIK dalam dunia pendidikan didaerahnya masing-masing.
        
Dia meminta para Kepala Dinas di seluruh Indonesia, ikut mendukung program TIK untuk sarana pendidikan di daerahnya masing-masing. Sebab perkembangan serta kemajuan teknologi tidak bisa dipisahkan dari pendidikan. Dimana untuk pendidikan berbasis TIK, sudah dilakukan kerjasama antara Kemendikbud dengan Pustelkom.
        
Bupati Rohul Drs Achmad MSi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Rohul H Mhd Zen SPd M,MPd, usai menerima penghargaan Anugerah Kihajar, mengucapkan terimakasih kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI atas penghargaan yang diberikan.Kedepan program TIK untuk pendidikan akan diterus dikembangkan di daerah yang berjuluk negeri seribu suluk ini.
        
Menurutnya,  penghargaan yang diterima Kabupaten Rohul ini, Pusat menilai kepala daerahnya komit untuk mengembangkan program TIK bagi pendidikan.Dengan telah diluncurkannya mobil pusat layanan internet kecamatan (MPLIK), terutama daerah sulit. 

“Bidang pendidikan, salah satu program prioritas bagi Pemkab Rohul, setiap tahunnya anggaran pendidikan kita anggarkan diatas 20 persen dari total APBD Rohul.Program TIK bidang pendidikan, terus kita kembangkan di daerah yang sulit IT, secara bergantian di 16 kecamatan, sampainya.

Bupati dua periode ini mengaku, Kabupaten Rokan Hulu salah satu dari tiga Kabupaten dan kota di Riau, menjadi pilot projek sekolah berbasis IT tahun 2013 oleh Provinsi Riau.Tentunya ini suatu kehormatan bagi Rokan Hulu, yang dipercaya dalam pengembangan IT untuk pendidian.
        
Tentunya ke depan para siswa di Rohul dapat menggunakan TIK dalam proses belajar dan mengajar. Selain menghindari terjadinya perbedaan mutu pendidikan dalam mengenal IT terhadap sekolah yang berada di ibukota kecamatan dengan sekolah yang ada di desa.

“Tahap pertama ini, dari seluruh jenjang pendidikan masing-masing satu sekolah mulai SD, SMP, SMA dan SMK yang akan dijadikan pilot project sekolah berbasis IT tahun mendatang.Sekolah yang ditunjuk, nantinya di tes oleh Tim Provinsi Riau, terang Achmad.
        
Dalam pada itu, Kadisdikpora Rohul H Mhd Zen SPd MMPd, ditunjuknya Rohul sebagai pilot project sekolah berbasis IT oleh Provinsi Riau, atas komitnya Pemda Rohul dalam mengembangan proses pembelajaran di bidaang TIK, sebagaimana dibuktikan, dengan diterimanya penghargaan Anugerah Kihajar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
        
“Kedepannya sekolah di Rohul dalam proses pembelajaran lebih banyak menggunakan IT. Seluruh program studi dan data, tidak perlu datang lagi ke Perpustakaan, mereka cukup mengakses di websit khusus pendidikan yang diluncurkan Pusat. Penerapan sekolah berbasis IT, Pemkab sharing budget dengan Pemprov Riau,” ujarnya.

Disekolah tersebut nantinya, para siswa mengggunakan komputer dalam mengikuti pelajaran yang diberikan guru. Proses belajar menggunakan TIK, antara guru dengan murid dapat berinteraksi dengan siswa dan guru dengan berbagai daerah di Indonesia melalui telekompren.(rls/gib)