Int

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Kepolisian Resort Rokan Hulu telah menyerahkan oknum Polisi Rokan Hulu, Brigadir F Nadabdab yang diduga salah satu komplotan penganiaya Polisi Pekanbaru, Briptu Joko Bobiyanto.

Dikatakan Kapolres Rokan Hulu, AKBP Yudi Kurniawan SIK Msi melalui Kasat Reskrim, AKP Syafrudin Tanjung kepada Segmennews.com, Rabu (14/11/2012) bahwa oknum polisi F Nadabdab di tangkap, Selasa (13/11) tadi malam di rumahnya di Pasir Pangaraian.

“Oknum polisi itu (F Nadabdab) ditangka di rumahnya, dan langsung kita serahkan ke Mapolresta Pekanbaru untuk penindak lanjutannya kasusnya, namun kita belum mengetahui keterlibatan F Nadabdab,” ujarnya melalui sambungan telephon.

Seperti di beritakan, Briptu Joko B di aniaya oleh 8 orang yang terdiri dari 3 oknum Polsi dan 4 Oknum TNI dan seorang lagi warga sipil, Selasa (13/11) kemarin di lokasi jalan Kartama Pekanbaru. Penganiayaan tersebut diduga karena Joko mengetahui jaringan Narkoba.

Merasa Joko akan mengungkap sindikat ini, maka para pelaku berencana menghabisi nyawa Joko. Untuk sementara, otak pelakunya warga sipil inisial JM yang selama memang dikenal bandar Narkoba.

Akibat penganiyaan tersebut, Briptu Joko mengalami luka tusukan benda tajam jenid tombak tombak dibagian pahanya. Joko juga diikat dan sempat dimasukkan kedalam mobil oleh pelaku dan dibawa ke Kubang, wilayah perbatasan Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar.

Sesampainya disana, Joko akan dihabisi dengan senjata tajam. Namun saat Joko dikeluarkan dari dalam mobil, ia sempat berlari ke tengah kubangan air. Pelaku panik dan pelepaskan tembakan. Menyangka Joko telah tewas, pelakupun meninggalkan TKP.

Namun tanpa diduga pelaku, Joko ternyata selamat dan di dalam air dalam semak-semak. Jokopun akhirnya merayap dari kubangan air hingga akhirnya ke darat. Joko lantas melarikan ke masjid, Joko mendapat pertolongan dari warga. (dab)