Tembilahan (Segmennews.com)- Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil menyambut baik Memorandum of Understanding (MoU) antara Bulog Sub Divre Tembilahan dengan petani dalam membeli beras lokal.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Inhil, Wiryadi Oemardi menyatakan hal ini mampu meningkatkan serapan pembelian gabah dan beras petani, terutama di sentra penghasil beras di Inhil, seperti Kecamatan Keritang dan Reteh.

“Kita menyambut baik MoU antara Bulog Sub Divre Tembilahan dengan Gabungan Kelompok Tani Mapoase di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh. Langkah ini mampu mengangkat penghasilan dan nilai jual produksi beras lokal,” ungkap Kadis DTPHP Inhil, Wiryadi Oemardi didampingi Kepala Bulog Sub Divre Tembilahan saat menggelar ekspos di Kantor DTPHP Inhil di Jalan Diponegoro Tembilahan.

Dengan adanya kerjasaman seperti ini, maka stabilitas harga gabah dan beras petani dapat dijaga, karena selama ini para petani dbayangi fluktuasi harga beras di pasaran, saat panen mereka melimpah, maka harga komoditas ini akan anjlok.

“Dengan adanya pembelian beras petani oleh Bulog ini, maka stablitas harga beras petani dapat dijaga, ini tentu memberikan keuntungan bagi kalagan petani di Inhil,” sebut mantan Kepala Inspektorat Inhil tersebut.

Sedangkan Kepala Bulog Sub Divre Tembilahan, Faisal menyatakan bahwa sampai November ini, pihaknya telah membeli sebanyak 1200 ton beras dari Gapoktan Mapoase di Desa Sanglar, Kecamatan Reteh.

“Sampai November ini kita telah melakukan pembelian sebanyak 1200 ton beras dari Gapoktan Mapoase di Reteh. Kita harapan kedepannya angka serapan pembelian gabah dan beras petani terus meningkat,” sebut Faisal.

Lanjutnya, pembelian beras petani mengacu kepada Inpres No. 3 Tahun 2012, dan dalam upaya menciptakan stabilitas harga beras di pasaran paska panen, Bulog membeli seharga Rp 6600/ perkilo dari petani.

“Namun petani tidak terikat, kalau harga pembelian di pasaran lebih tinggi dari Bulog, maka petani bebas menjualnya. Karena memang kita dalam hal ini hanya bertugas menciptakan stabilitas harga di pasaran,” tambahnya.

Tentunya beras yang dibeli Bulog ini harus memenuhi standar yang ditetapkan, yakni butir patah (broken) pada angka 20 persen, kadar air maksimal 14 persen dan butir menir sebesar 2 persen. (ur/snc)