Bengkalis (Segmennws.com)-Masyarakat Bengkalis dihebohkan dengan beredarnya video mesum yang diduga kuat diperankan oleh mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bengkalis yang berdurasi 12 menit, menurut informasi pembuatan video mesum ini dibuat disebuah rumah disekitaran Bengkalis Timur.

Salah seorang warga yang turut mendapatkan video itu dan minta namanya dirahasikan mengarakan, video adegan mesum bak film porno tersebut telah beredar luas dikalangan mahasiswa dan masyarakat di Bengkalis. Munculnya adegan syur layaknya suami istri itu juga menggegerkan mahasiswa kampus.

“Pemeran laki-lakinya itu kabarnya merupakan warga Desa Ketamputih, saya belum lihat videonya. Tapi kabar itu sampai dikampung sana,”ungkap warga yang minta namanya dirahasiakan itu.

Menurutnya, adegan video mesum yang berdurasi cukup lama yakni 12 menit 49 detik itu kuat dugaan dilakukan dirumah dan ada yang khusus mengambil video melalui handphone. Dugaan pemeran dalam adegan syur itu tiga orang. Pasalnya alas tempat tidur dari tembikar dan kasur tipis.

Video yang direkam dengan menggunakan kamera handpone itu beredar di masyarakat dan mahasiswa  dengan melalui handpone ke handpone.

Pihak perguruan tinggi setelah kami konfirmasi mengaku mendengar kabar tersebut tetapi masih dalam tahap penyelidikan apakah benar yang berperan di video tersebut mahasiswanya atau bukan karena ini menyangkut nama baik kampus.

“Saya baru dapat kabar, belum lihat videonya seperti apa. Nanti kita lakukan cross cek terkait video tersebut, dan mencari pembuktian dari video itu. Maka dari itu kita akan coba lakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada pemerannya,”kata pimpinan perguruan tinggi tersebut.

Belakangan juga dikabarkan, jika pihak keluarga wanita dalam adegan itu sudah sempat meminta video itu dihapus dari beberapa handphone dikalangan mahasiswa.  Tapi entah kenapa, video itu masih beredar luas.

“Kita masih dugaan saja, belum bisa dipastikan kalau mahasiswa yang ada diadegan itu mahasiswa kampus kita, namun sempat pihak wanita meminta kepada mahasiswa untuk menghapus video itu,”ungkap salah seorang dosen disalah satu perguruan tinggi di Bengkalis. (snc/urc)