Rokan Hulu (Segmennews.com)- Salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA adalah berkeliling daerah terpencil, mengunjungi Pondok Pesantren dan Madrasah, yang ada di wilayah Rokan Hulu. Kebiasaan ini beliau lakukan untuk melihat secara dekat kondisi riel Ponpes dan Madrasah.

Kebiasaan ini beliau lakukan, dengan berbagai pertimbangan, diantaranya adalah beliau sendiri jebolan Pondok Pesantren Mushthafawiyah Purbabaru Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. Saya ke Ponpes dan Madrasah adalah dalam rangka nostalgia bersama adek-adek santri, tegasnya.

Selain itu dan ini yang paling penting, Ponpes dan Madrasah adalah basis utama kaderisasi calon pemimpin umat dan bangsa, baik pada masa dahulu maupun masa kini dan bahkan di masa datang. Sejarah mencatat bahwa Ponpes dan Madrasah tidak pernah kehabisan stok untuk calon pemimpin, termasuk untuk menjadi Presiden sekalipun.

Kakan Kemenag menyadari, bahwa ternyata masih banyak Ponpes dan Madrasah yang kekurangan Ruang Kelas Belajar tetapi kelebihan murid.  Sarana prasarana memang kurang, tetapi animo masyarakat untuk belajar di system pendidikan tertua di negeri ini cukup besar.

Banyak orang memberikan tudingan miring terhadap pendidikan Ponpes dan Madrasah, seperti pendidikan kurang berkualitas, pendidikan orang miskin, dan bahkan ada yang menyebutnya sarang teroris. Namun Kakan Kemenag yakin, tudingan ini diberikan orang yang tidak tahu tentang Ponpes dan Madrasah.

Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan bahwa Pemerintah harus berterima kasih kepada Pondok Pesantren, sebab Ponpes adalah system pendidikan tertua di Indonesia. Ponpes adalah cikal bakal system pendidikan formal di pada masa lalu, contoh ideal di masa kini dan masa mendatang, tegasnya.

Kakan Kemenag bercerita, satu ketika beliau mengunjungi salah satu Ponpes di Tambusai Utara, Kondisi jalan sangat memperihatinkan, akhirnya mobil dinasnya terpuruk, dan terpaksa digotong oleh masyarakat rame-rame. Salah seorang warga mengatakan, jangan bosan datang ke kampung kami ini ya Pak Kemenag. (gib)