Pekanbaru (Segmennews.com)- Pasca pemukulan guru oleh oleh seorang oknum pejabat Dishut,Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, menyayangkan perlakuan tersebut. Ayat menyatakan, sangat menyesalkan aksi pemukulan yang dilakukan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan (Dishut) Provindsi Riau, Said Nurjaya alias Gepeng, kepada guru SDN 081, Nurbaiti.
  
“Saya sangat menyangkan atas aksi tersebut. Seharusnya para guru itu harus dihargai, kalau ada permasalahan harusnya diselesaikan secara baik-baik dan  kekeluargaan, bukan main pukul seperti itu. karna ini contoh yang tidak baik,” ujar Ayat Cahyadi kepada  media melalui telefon selulernya, Rabu (28/11).
   
Ketika disinggung adanya ancaman dengan menggunakan senjata api yang dilakukan oleh Gepeng kepada Nurbaiti. dikatakan Ayat, sangsi senjata tersebut merupakan kewenang pihak kepolisian.
   
“Itu adalah kewenangan pihak kepolisian. Kalau memang ada masalah seharusnya ditindak. Masalah pengasuhan, seorang guru mempunyai hak untuk mendidik anak-anak disekolah, kalau ada perbuatan guru yang tidak menyenangkan itu bisa diselsaikan secara baik-baik. Kita sangat menyangkan aksi pemukulan tersebut,” ujarnya mengulang.
  
Seperti pemberitaan sebelumnya diberbagai media, peristiwa pemukulan yang menimpa Nubaiti berawal dari ruang kelas 5 A, Senin (26/11), saat itu dirinya memberikan tugas kepada muridnya dalam mata pelajaran PPKN, Muhammad Rifki seorang muridnya didalam ruang kelas tersebut terus bercerita, kemudian ditegur sang guru. Namun tetap bercerita dengan teman yang berada disampingnya.
  
Setelah ditegur beberapa kali, Nurbaiti mendekati si murid dan langsung memarahinya dan memegang kepala sang anak sambil menyuruh anak tersebut pulang jika tidak mau belajar.
   
Si anak tersebut kepada Nurbaiti mengatakan ‘jangan pegang kepala saya’ selanjutnya meninggalkan ruangan belajar. Tidak lama berselang, disaat sang guru berada didalam ruangan, dan sementara murid keluar main, wali murid dari Muhammad Rifki, yakni Said Nurjaya langsung mendatangi Nurbaiti tanpa banyak cerita langsung menampar pipi Nurbaiti sembari mengancam dengan pistol yang dipegang wali murid itu.
  
“Dia tampar pipi saya, kemudian dia mengancam akan membunuh saya dan suami serta tujuh keturunan kami sambil mengeluarkan pistol yang berada di pinggangnya. Saya benar-benar takut, meskipun cuma dikeluarkan,” ujar Nurbaiti kepada wartawan.
  
Dampak dari masalah ini, sekitar 500 guru yang di Kota Pekanbaru tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Kota Pekanbaru telah  menggelar demo dijalan Cut Nyak Dien dan dilanjutkan kedepan Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Aksi tersebut dilakukan meminta ketegasan Gubernur Riau untuk mencopot pelaku pemukulan guru tersebut. (sn/ur)