Forikan Rohul Kunjungi kampung lele di Jateng

Jawa Tengah (Segmennews.com)- Pengurus dan anggota Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mulai Senin (26/11) hingga Jumat (30/11) mendatang, study banding (Stuban) ke kampung lele di Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam rangka kegiatan study sekaligus orientasi dalam upaya peningkatan konsumsi ikan di negeri seribu suluk.

Rombongan dipimpin Asiten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Syaiful Bahri S.Sos.M.Si, juga serta Pembina Forikan Rohul, Hj Maghdalisni Achmad, Ketua Umum Forikan Rohul, Hj Rahayuwati Hafit,  Ketua DW dan anggota Forikan, Radias Damri, Ketua Komisi IV DPRD Rohul bidang Ekonomi Keuangan Murkhas dan Aggota DPRD Rohul lain Wahyuni, Ketua Harian Forikan Rohul, Andesmar M.Si, Kadisperikanan dan Peternakan, Drs Marjoko, serta para pengurus Forikan Rohul lainnya.

Rombongan bertolak dari Pekanbaru, Senin (26/110, dijadwalkan melaksanakan stuban hingga Jumat (30/11) mendatang, dalam lawatannya ke Kampung Lele Boyolali, Jateng, pengurus Forikan Rohul dipandu Kabid Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan Boyolali, Nariyanto serta staffnya.

Dalam stuban itu, Pembina, bersama Ketua Umum dan seluruh rombongan pengurus Forikan Rohul, dibawa ke kawasan Kampung Lele melihat langsung bagaimana 100 warga di daerah itu, sukses membudidayakan ikan lele di kolam dibuat dan dibawah pembinaan Dinas Perikanan  dan Peternakan Boyolali.

Pembina Forikan Rohul, Hj Maghdalisni Achmad disela-sela melihat langsung kolam ikan lele milik warga di Kampung lele, juga sempat ikut memanen ikan lele bersama Ketua Umum Forikan Rohul, serta anggota DPRD Rohul Wahyuni, bahkan seluruh pengurus Forikan terpaku, melihat setiap kolam dipenuhi belasan ekor ikan lele, tiap harinya bisa menghasilkan sekitar 15 ton ikan dibeli para pedagang luar Boyolali, bahkan dari DI Yogyakarta.

“Ini menakjubkan sekali, karena kita melihat secara langsung dan bisa bertanya kepeternak ikan, bagaimana sistem pemeliharannya, juga pemasaran ikannya, kita bisa dapatkan informasi dari petani langsung, termasuk dinas terkait bagaiaman pengelolaan ikan lele di Kampung Lele,”jelasnya.

Rombongan pengurus Forikan Rohul, juga diajak melihat secara langsung,
pengelolaan ikan, mulai daging, kulit hingga siripnya dijadikan keripik, bakso lele, abon termasuk kerupuk, kelompok pengrajin makanan dari ikan.

Ketua Kelopok Tani, Nirmayanto saat menyambut pengurus Forikan Rohul di aula kelompok tani Kampung lele menyatakan, warga di kampung lele sudah memberdayakan ternak ikan lele sejak tahun 2008.

“Selain ikan itu dijual untuk dikonsumsi sebagai lauk pauk, ikan-ikan tidak bisa dijual ke pasaran, dikelola menjadi makanan ringan, ini menambah nilai pendapatan masyarakat petani, kita sangat antusias, berahararp dari kunjungan kita bisa mendapatkan pengalaman agar nantinya sector perkirakan khususnya lele, bisa dikembangkan di Rohul,’kata Ketua Umum Forikan Rohul, Rahayuwati Hafith.

Petani lele,Sugiatno mengatakan, pengelolaan ikan lele tidak mengalami kendala baik terkait penyakit maupun untuk pemasarannya, bahkan, lele usia 4 bulan sudah bisa dijual ke pembeli langsung datang mengambilnya ke kolam. Harga jual lele dipasaranjuga tinggi, Rp12.704 per kg untuk ikan 1 kg,  jumlahnya sekitar 7 ekor dan 1 kg 12 ekor.

“Tiap kolam ukuran 4 kali 15 meter, bisa diisi 15.000 ekor bibit lele hingga 20.000 ekor, bila diisi 15.000 hingga 17.000 ekor di kolam itu, bisa dipenen 4 bulan, sementara bila 20.000 ekor sekitar 5 bulan, dari kolam itu, sekitar 80 persen bisa dihasilkan untuk dijual sebagai konsumsi, sedangkan 10 persen lagi ikan kecil dan 10 persen lagi ikan besar,  20 persen ikannya tidak dijual itulah, 10 persen ikan besar dikelola menjadi berbagai makanan,”ungkapnya.

Asiten II Bidang Ekonomi Pembangunan Syaiful Bahri melihat langsung kolam ikan lele sekaligus tempat pengelolaan ikan untuk makanan ringan menyatakan, dirinya melihat potensi peternakan ikan lele dengan sistem kolam seperti di Boyolali, berharap dengan adanya Forikan serta didukung Pemkab Rohul, kedepannya sector pembudiyaan ikan di Rohul bisa berkembang baik dan jadi nilai tambah pendapatan masyarakat.

“Setiap panen dalam 1 kolamnya, ysitim panen per minggu, penghasilan petani bisa Rp1 juta hingga Rp2 juta bersih. Dan bila memang ini bisa dikembangkan, maka tingkat kesejahteraan peternak ikan
meningkat,”kata Syaiful. (gib)