Pangkalan Kerinci (Segmennews.com)- Forum Peduli Masyarakat Pelalawan (FPMP) berdemo menuntut pimpinan PLN Pangkalan Kerinci dicopot. Hal ini karena seringnya pemadaman jaringan listrik di ibukota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci.

Puluhan masyarakat yang  dimotori FPMP Kamis (13/12) mendatangi kantor DPRD Pelalawan dan Juga Kantor Bupati Pelalawan dengan membawa poster dan spanduk menuntut pelayanan PLN. Aksi sempat tertunda karena diguyur hujan ,sebelumnya dijadwalkan dimulai pagi hari. “Berhubung hujan, jadwal  di mulai demo sekitar pukul 09.00 wib di undur . Demo ini aksi damai untuk menuntut kinerja PLN,” ujar Rojuli kepada wartawan.

Kedatangan puluhan massa FPMP di kantor DPRD disambut oleh Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Ikmal Fasha, Sekretaris DPRD Pelalawan Robidin. Kepada puluhan masa Ikmal Pasha, memberikan apreasiasi yang positif.
Menurutnya, apa yang disampaikan oleh pengunjuk rasa, merupakan keluhan semua masyarakat di Pangkalan kerinci khususnya. “Saya sendiri juga sudah tau bahwa apa yang di sampaikan pengunjuk rasa sudah merupakan keluhan semua masyarakat pangkalan kerinci,” ujar Ikmal.

FPMP tidak puas hanya di DPRD, kemudian  bergerak menuju jalan kaki ke kantor Bupati Pelalawan. Seraya, memompa semangat mereka sambil berjalan kaki, menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Tiba di kantor Bupati Pelalawan, kembali pengunjuk rasa, menyampaikan pernyataan orasi dan sikap terhadap seringnya mati lampu. Setidaknya, ada empat buah poin pernyataan sikap.

Pertama, mendesak jabatan pimpinan ranting PLN Pangkalan Kerinci dicopot. Kedua, usut tuntas kebobrokan di tubuh PLN. Ketiga catatan meteran tidak sesuai dengan pemakaian dan pembayaran. Keempat, mendesak Pemda Pelalawan untuk mempercepat program Bupati Pelalawan terang. “Kami menyadari berapa kurangnya kinerja dari PLN ini yang tidak bisa mengemban kebijakannya untuk mendistribusikan Listrik ke masyarakat,” kata Rojuli koordinator aksi.

Kedatangan puluhan massa ini disambut oleh, Asisiten I Pemkab Pelalawan, Tengku Muhklis. Kepada pengunjuk rasa, Mukhlis menyampaikan permintaan maaf. Sebab katanya, yang menyambut kehadiran kawan-kawan adalah sepantasnya  Pak Bupati. “Sedianya, pak bupati yang menyambut kawan-kawan. Akan tetapi jadwal aksi pagi hari,  namun molor hingga siang, beliau pada jam sama ada agenda kedinasan. Jadi beliau menyampaikan permintaan maaf,” terang Muhklis.

Menanggapi pernyataan sikap tentang mati hidupnya listrik dari PLN ini, Muhklis menyampaikan bahwa dia juga mempunyai keluhan yang sama. “Ini merupakan keluhan kita bersama, terkait listrik hidup mati ini,”
paparnya.

Terkait tuntutan,pencopotan kepala PLN, jelas Muhklis, PLN ini merupakan, sebuah perusahaan BUMN. Pencopotan itu  tidak ada kewenangan  Pemerintah Daerah. Namun jika ada desakan masyarakat, pak bupati bisa saja merekomendasikan, kemudian disampaikan kepada petinggi PLN.

Kepala PLN Ranting Pangkalan Kerinci Said Murtazak menanggapi demo pelayanan listrik  PLN menyatakan pemadaman karena adanya gangguan dari sumber listrik. Terjadi masalah pasokan listrik dari Riau Power Energi (PT RPE) pada saat saat tertentu. Apabila terjadi pemadaman dari pembangkitnya yakni dari RPE yang tak terduga sehingga pemadaman terjadi. Kapasitas mesin  yang dioperasikan PLN masih sangat terbatas.

Daya belum cukup untuk seluruh kota Pangkalan Kerinci. Memang, sejak terjadinya gangguan listrik belum lama ini, pihak PLN terus berupaya tidak ada padam total. Walau begitu PLN Pangkalan Kerinci mengajukan penambahan mesin untuk mengatasi persoalan listrik. “Mengenai ada keluhan data rekening pelanggan yang tidak sesuai pembayaran, dapat diajukan dan dikoreksi. PLN siap jika memang ada kekeliruan untuk memperbaikinya” sebut Said. (ur/rz/sn)