Ujungtanjung (Segmennews.com)- Kepala SDN 022 Ujungtanjung, Kabupaten Rokanhilir diduga memotong gaji guru di sekolah tersebut tanpa musyawarah. Potongan itu untuk kepentingan bantuan anak yatim, ongkos jemput uang gaji, MTQ dan lainnya.

Selain itu, oknum kepsek tersebut bertingkah aneh dengan memantau guru yang sedang mengajar dari semak-semak. Oknum kepala sekolah tersebut sering mengintimidasi guru yang mempertanyakan sesuatu hal soal perkembangan sekolah.

“Kita tidak tahan lagi melihat tingkah laku kepala sekolah ini. Selain memotong gaji kita tiap bulannya, beliau juga selalu mengintimidasi kami,” ujar Suryati, guru yang mengajar di SD 022 tersebut ketika dijumpai wartawan, Kamis (13/12) di kantin sekolah tersebut.

Dia menjelaskan, pemotongan gaji yang dilakukan oleh kepala sekolah itu tidak ada musyawarah. “Selain itu, tindakan oknum kepala sekolah sudah keterlaluan karena melakukan intimidasi kepada kami. Apalagi kalau ada sesuatu yang kami pertanyakan,” ujarnya.

Anehnya lagi, kata Suryati, dia pernah diancam pecat oleh kepala sekolah tersebut. “Saya juga bingung, sebenarnya salah saya apa, saya ini kan jelas diangkat sebagai PNS melalui SK Bupati. Tapi, dia malah mengancam saya untuk dipecat,” katanya mempertanyakan.

Kemudian, Budiono, guru SD 022 lainnya menilai kepala SDN 022 sudah keterlaluan, karena berbagai kebijakan yang ada disekolah tidak melalui musyawarah.

Sementara Kepala SDN 022, Adnin SPdi, ketika dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, potongan yang diambilnya untuk membantu, kemudian diserahkan kepada anak yatim piatu. “Saya hanya memotong untuk diberi kepada anak yatim-piatu,” katanya. (bg/ knc/snc)