Bengkalis (Segmennews.com)- Penumpang jasa penyeberangan atau Roll On Roll Off (Ro-Ro) tujuan Dumai-Tanjung (Tj.) Kapal Rupat mengeluhkan kualitas layanan penyeberangan yang ada di daerah tersebut.

Selain dari kondisi kapal atau armada yang belum memadai, para penumpang yang ingin melakukan penyeberangan juga merasa was-was ketika menaiki armada roro yang disediakan berupa kapal layaknya  Long Craft Tank (LCT) itu.

“Sebenarnya kita sangat mengeluhkan kondisi roro yang ada dari Dumai ke Rupat atau sebaliknya. Kapalnya cukup sempit dan masih terlalu kecil padahal setiap hari cukup ramai penumpang,” tutur Riki salah seorang warga Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat Selasa (1/01/2013).

Menurut Riki, jasa penyeberangan yang dikelola Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Riau itu, seharusnya kapak yang digunakan sudah diganti. Warga yang memanfaatkan semakin lama semakin bertambah, bahkan peran roro cukup positif meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Rupat. Kemudian, dari sisi keamanan di laut dengan kondisi angin kencang, penumpang juga merasa sedikit ketakutan.

“Seharusnya sudah diganti dengan yang lebih layaklah, atau ada penambahan tidak seperti sekarang. Apalagi kalau ada angin, saya sendiri agak ketakutan kalau terjadi apa-apa di tengah laut. Padahal roro ini juga menambah gairah ekonomi,” katanya lagi.

Sementara itu, ditambahkan Riki apalagi pada saat kapal satu-satunya itu mengalami rusak atau sedang docking. Penumpang yang biasa memanfaatkan jasa roro tersebut terpaksa menggunakan kapal kayu dengan harga yang jauh lebih mahal.

“Kalau sedang rusak, sepertinya lumpuh. Para pedagang sayur atau lainnya yang biasa ke Rupat terpaksa menggunakan jasa kapal pompon dengan harga jauh lebih mahal kalau ingin menyeberang. Nah, kalau begitu mau dijual berapa lagi sayurannya kepada masyarakat,” tambahnya. (ur/snc)