Rokan Hulu (Segmennews.com)- Awal Tahun 2013 ini grafitasi statistik data kuantitas kemiskinan atau keluraga pra sejahtera di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) turun 5 persen, ini terlihat dari data Rumah Tangga Sasara (RTS) penerima Beras Miskin (Raskin). Di tahun 2012 lalu RTS sebanyak 17185 Kepala Keluarga (KK), sedangkan di tahun 2013 menurun menjadi 16276 KK.

 Hal tersebut di katakan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Rohul Drs Budhia Kasino di raung kerjanya, Kamis (10/1).

Sesuai data dari Bulog, Rohul mengalami penurunan angka statistik kemiskinan, jika di tahun 2012 lalu, jumlah RTS sebanyak 17185 KK mereka jadi sasaran distribusi Raskin sebanyak 258767 Kilo Gram, sedangkan di tahun 2013 penerima 16276 KK menerima Raskin 244140 Kg.

 “Dari data itu sekitar 909 KK tidak lagi menerima jatah Raskin, maka Pemkab Rohul terus berupaya meminilisir angka kemiskinan dengan beragam program kerakayatan, agar ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan,” ucapnya.

Katanya lagi, RTS penerima Raskin ini, tiap bulan diberikan jatah sebanyak 15 Kg per KK, mereka tergolong masyarakat pra sejahtera ini, terus ada upaya agar angkanya tetap dipangkas tiap tahunnya, kategori masyarakat pra sejahtera itu, ada berbagai sudut pandang termasuk kesehatannya, pengahsilan per harinya, biasanya masyarakat sudah memberikan kategori untuk keluarga pra sejahtera, khsusunya mereka penerima zakat di desa-desa menjadi sasaran prioritas raskin.

 “Untuk kualitas beras sendiri, sudah mulai bagus, kalau sebelumnya beras didatangkan dari Negara Tetangga seperti Thailand, Vietnam dan lainnya, tapi selama Tahun 2012 lalu dan Tahun 2013 ini, untuk Raskin itu produksi beras lokal, kalau untuk Rohul sendiri beras sudah sangat layak konsumsi, sebab didatangkan dari Provinsi Sumbar dan Bangkinang,” jelasnya.

Pemkab Rohul terus melakukan pengawasan dalam distribusi Raskin, adanya ploting untuk deposito dalam dana Alokasi Dana Desa (ADD) disediakan anggaran sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 Juta perdesa untuk penalangan pembayaran Drop Out (DO) distribusi Raskin sampai pada RTS.

“Jadi tidak akan ada keterlambatan pada RTS, masing-masing desa terus diingatkan, agar penyerahannya bisa tepat waktu dan tepat sasaran,” tutupnya. (dab)