Kapolres Siak, S Putut Wicaksono

Siak (Segmennews.com)- Kabupaten Siak tercatat memiliki tingkat kriminalitas peringkat ke-34 se Provinsi Riau. Hal itu tentunya perlu perhatian khusus dari penegak hukum.

Kapolres Siak AKBP, S.Putut Wicaksono menuturkan dengan peringkat ke-3 tertinggi angka kriminalitasnya se-Provinsi Riau dan hal itu tentunya menjadi perhatian khusus.

Salah satu upaya untuk menurunkan angka tersebut, jumlah personil di jajaran Polsek akan diperbanyak dengan mengurangi jumlah personil di Mapolres. Untuk daerah-daerah yang dianggap rawan tingkat kriminalitas yakni di Kecamatan Kandis, Minas, dan Tualang.

“Saat ini Kabupaten Siak ini peringkat 3 tertinggi angka kriminalitas, untuk itu hal ini cukup menjadi perhatian kita dan tidak bisa disembunyikan. Salah satu upaya yang akan kita lakukan yakni memperbanyak jumlah personil di jajaran polsek dan menggencarkan penyuluhan hukum ke masyarakat hingga masuk ke tingkat desa-desa,” terang Kapolres Siak.

Selain itu diungkapkan Kapolres bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, untuk mencapai hal itu tentunya akan dilakukan perbaikan-perbaikan khususnya sarana dan prasarana. Untuk tahun 2013 ini, segera dibangun Mapolsek Sungai Apit yang baru, karena Mapolsek saat ini dinilai tidak layak lagi dan perlu bangunan baru, yang mana dana untuk membangun gedung tersebut dari APBN.

“Untuk meningkatkan pelayanan ke pablik, kita perbaiki dahulu sarana dan prasarananya, ditahun ini (2013,red) pihaknya telah mendapatkan bantuan dana dari APBN untuk pembangunan gedung Polsek Sungai Apit yang baru,” paparnya.

Selain itu ditambahkannya bahwa saat ini pihaknya mengalami kesulitan untuk pengadaan lahan untuk pembangunan gedung tersebut.

“Dana telah ada, tetapi lahannya belum ada. Untuk itu diharapkan ke Pemkab Siak untuk menyediakan lahan untuk pembangunan gedung tersebut agar pembangunan gedung tersebut secepatnya terealisasi,” harap AKBP S.Putut Wicaksono.

Selain itu diungkapkan Kapolres bahwa 2013 ini, pihaknya akan mewaspadai kriminalitas yang terjadi akibat konflik lahan antara perusahaan dengan masyarakat, kecelakaan lalulintas (Lakalantas), dan pengamanan jelang Pemilu Legislatif, Kepala Daerah dan Presiden yang akan berlangsung ditahun ini dan tahun 2014 mendatang. (rinto)