Said Faisal alias Hendra

Pekanbaru(Segmennews.com) – Sidang kasus suap dana PON XVIII Riau 2012 sebesar Rp900 juta di Pengadilan Tipikor Pekanbaru Rabu petang tadi (30/1) menghadirkan saksi ahli Speech/Audio Forensik Ir R Sugeng Joko Sarwono yang dihadirkan oleh Penuntut Umum KPK untuk menganalisis suara ajudan Gubernur Riau Said Faisal alias Hendra.

Dalam kesaksiannya Ir R Sugeng Joko Sarwono menegaskan ada 20 kata yang sering diucapkan Said dalam penyadapan percakapan misalnya kata “malam”, “kediaman”, “barang”, “selamat, Pak,” “ditunggu” dan masih banyak lagi kata lain. Menurut Sugeng ini telah dituangkannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) KPK beberapa waktu lalu.

“Keaslian suara Said Faisal dari penyadapan dan rekaman penyidikan, 90 persen lebih itu adalah identik dengan suara Said Faisal,” kata saksi ahli Ir R Sugeng Joko Sarwono di depan sidang yang dipimpin hakim ketua Isnurul SH MH.

Berkaca pada sidang sebelumnya Said Faisal sudah diancam pasal 22 dan pasal 174 oleh hakim ketua Isnurul SH MH karena Said berbohong di pengadilan karena tak mengakui itu suaranya. Hakim ketua Isnurul SH MH meminta penuntut umum KPK Riyono SH MH menerapkan pasal 22 dan 174 kepada Said Faisal ini.

Namun dalam sidang beberapa waktu lalu, Riyono SH MH dkk dari penuntut umum KPK belum berani menahan Said Faisal karena belum ada keterangan saksi ahli. Tapi dalam sidang Rabu petang tadi (30/1) sudah ada keterangan saksi ahli speech Forensik 

Ir R Sugeng Joko Sarwono yang menyatakan 90 persen lebih itu identik rekman suara Said Faisal, tapi kenapa Said Faisal tak ditahan penuntut umum KPK Riyono SH MH?

Beberapa wartawan dan LSM yang memantau jalannya sidang ini menilai penuntut umum KPK seperti “masuk angin” karena tak konsekuen menjalankan amanah hakim ketua Isnurul SH MH agar menahan Said Faisal. Suasana di pengadilan usai sidang petang tadi diwarnai kecurigaan para wartawan dan LSM terhadap penuntut umum KPK yang dituding loyo mempertanyakan kredibilitas penuntut umum KPK.(RPO/dn)