Pekanbaru (Segmennews.com)- Anomali cuaca yang terjadi di semua penjuru membuat harga -harga kebutuhan pokok seperti Cabai, tomat, bawang merah telur mengalami kenaikan. Bahkan di prediksi kenaikan harga ini di perparah lagi mulai mendekatnya  perayaan Imlek tanggal 10 Februari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, El Sabrina mengakui pengaruh cuaca yang ekstrem membuat pemerintah Kota Pekanbaru tidak bisa berbuat banyak.

“Cuaca yang telah menyebabkan produksi pertanian menurun, selain  juga karena gagal panen bagi beberapa komoditas sehingga saat hujan bawang merah tidak bisa dijemur akhirnya membusuk,” urainya.

Menurut El Sabrina, kondisi ini akan kembali nomal dan pasokan tercukupi saat cuaca kembali normal. Meski ia tidak tidak menjamin sampai kapan cuaca ini akan berakhir.

“Kita tidak tau sejauh mana panjangnya cuaca ekstrim ini. Meski demikian kita agak lega untuk beberapa kebutuhan pokok yang tidak bisa di substitusi seperti beras, gula dan minyak goreng  masih dalam kedaan normal. Dan ini akan kita pertahakan karena ini kebutuhan primer, tidak seperti cabai, dan nabatai,” katanya.

Ia menambahkan sejauh ini harga beras , minyak dan gula belum mengalami kenaikan. Kecuali satu jenis beras berkualitas bagus seperti anak daro asal Sumbar, pekan ini naik sebesar Rp9500 perkilo kini menjadi Rp10.000 perkilogram.

“Meski ada kenaikan pada cabai, bawang, dan telur masih bisa di tolelir karena besarannya masih di kisaran 5 persen,” tandasnya.

Berdasarkan data yang di kumpulkan dari pedagang di  Pekanbaru harga  Cabai merah dua hari lalu sempat melambung di Rp40.000.

Kini turun sedikit jadi Rp35.000 naik dari harga sebelumnnya Rp24.000 per kilo. Tomat sayur kini di jual Rp10.000 perkilo dari harga sebelumnya hanya Rp 6.000,dan bawang merah kini di perdagangkan Rp21.000 naik dari harga sebelumnya Rp 16.000 terakhir telor ayam ras naik jadi Rp1.500 perbutir dari Rp 1.100 perbuti.(ra)