goroSiak (SegmenNews.com)- Ribuan masyarakat Benteng hulu dibantu angota tiap UPTD Kecamatan dan Petugas kecamatan mempura, Jumat (8/2) turun kejalan, mereka melakukan gotong-royong memotong rumput dan bebersih di jalan yang berada dilingkungan desa Benteng Hulu.

Pantauan lapangan, tampak masyarakat tersebar di beberapa titik, ada yang memotong rumput menggunakan mesin rumput dan ada yang menggunakan peralatan manual. Ikut turun kelapangan anggota Danramil kabupaten Siak Suhairi Saragih.

Camat Mempura Djumanotias menyampaikan kegiatan ini dilakukan dalam rangka lomba gotong-royong tingkat kabupaten, kali ini Desa Benteng Hulu dipilih untuk mewakili Kecamatan karena desa ini dari dahulu terkenal dengan kegiatan gotong-royongnya. “Kami pilih Desa Benteng Hulu mewakili kecamatan karena desa ini terkenal dengan desa gotong-royong. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menghidupkan kembali semangat gotong-royong di kecamatan kita, harapan kami sekolah yang berada dilingkungan Kecamatan mempura bisa mengagendakan hari gotong-royong, misalkan setiap hari Jumat siswa gotong-royong bersama,” kata Djumanotias

Sementara Kepala Desa benteng Hulu Bambang Cahyadi mengatakan, pemerintah desa ingin membangkitkan kembali semangat gotong-royong di lingkungannya, dinilainya saat ini semangat gotong royong sudah mulai mengendur. “Kami ingin mengembalikan citra Benteng Hulu, sejak zaman dahulu Benteng Hulu dikenal dengan Desa gotong-royong,” kata Bambang Cahyadi.

Tim penilai pada lomba tersebut ialah dari Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) kabupaten Siak
Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Tarcip dan PKK. Salah satu tim penilai Oni Weldi, Kasubbid Pemberdayaan kelembagaan masyarakat dan adat Pemdes Siak mengatakan bahwa terdapat beberapa tahapan pada lomba ini, yang mana penilaian tingkat Kecamatan dicanangkan selesai pada bulan Februari, tingkat kabupaten penilaian dilakukan pada bulan Maret, dilanjutkan penilaian tingkat provinsi Pada Bulan April, dan secara nasional akan dilakukan pada bulan Juni mendatang.

Adapun keriteria pada lomba gotong-royong ini ialah, seberapa besar nilai suwadaya masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa, hal itu dinilai dari jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan, volume hasil kegiatan, serta bentuk kegiatan yang dilakukan.