Bupati Rohul memberikan Arahan Dalam Acara Maulid Nabi desa Kulim Jaya masjid Nurul Huda Kec. Rambah Hilir ( Senin 11 Februari 2013 )
Rokan Hulu (Segmennews.com)- Keberadaan Masjid bukan hanya untuk melaksanakan Ibadah Sholat lima waktu,akan tetapi ada tiga keutamaan untuk memfungsikan masjid. Demikian disampaikan Bupati Rokan Hulu (Rohul) Drs.H.Achmad, Msi. saat membuka acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,di Mesjid Raya Nurul Huda Kecamatan Rambah Hilir kabupaten Rohul, Senin(11/2)malam.
Dikatakannya,sesuai dengan Program yang telah dicanangkan
Pemerintah Kabupaten Rokan hulu (Rohul) tentang Program maghrib
Mengaji,Sholat Zuhur dan Ashar berjamaah dan menghafal
Alqur’an,tampaknya sudah direspon oleh para Camat,di Kabupaten Rokan Hulu ini. Hal ini terlihat dengan telah dilakukannya Program tersebut oleh Kecamatan Rambah hilir,dan ini hendaknya jangan hanya untuk sementara saja akan tetapi harus dilakukan sepanjang masa, sehingga julukan Negeri seribu Suluk kepada Kabupaten Rokan hulu Rohul terlihat nyata dilaksanakan oleh Masyarakat.

Menurut Bupati dicanangkannya program-program tersebut tidak
lain dan tak bukan adalah untuk memakmurkan masjid,kemudian juga agar masjid bisa dimanfaatkan sepanjang waktu. Selain itu didalam Agama Islam ada tiga keutamaan penggunaan masjid yakni sebagai simbol keagamaan, Pusat
Aktifitas Umat islam, dan untuk membangun kekuatan Umat Islam, untuk itu ketiga hal tersebut harus dijalankan oleh Umat Islam di
kabupaten Rohul ini.
’’Kalau masjid hanya dijadikan untuk Sholat lima waktu saja maka
Umat Islam sangatlah rugi, karena Umat Islam itu harus berjuang untuk
mengembangkan Agama melalui pengajian, wirid-wirid, menghafal Alqur’an dan lain sebagainya’’,kata Bupati.

Selain itu juga untuk mengantisipasi kenakalan remaja yang sejak
beberapa bulan ini semakin merajalela, masjid juga harus melakukan pembinaan generasi muda dengan melibatkan para Ulama dan Ustad dengan melakukan pengajian-pengajian yang terkait dengan kenakalan
remaja tersebut.

Terkait dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad yang diperingati
saat sekarang ini Bupati juga menyampaikan memang agak
terlambat, namun keterlambatan tersebut tidaklah mengurangi arti dan makna dari peringatan itu, karena itu adalah untuk mengingatkan kembali
perjuangan Nabi Muhammad yang selama puluhan tahun mengembangkan
Agama Islam diseluruh dunia, sehingga sampai sekarang. Perjuangan beliau perlu di napak tilasi untuk kemakmuran Umat kedepan.

’’Nabi Muhammad itu adalah sebagai suri tauladan bagi Umat
untuk itu jejak beliau perlu di napak tilasi dan di suri tauladani, apapun perbuatan Umat Islam di dunia ini haruslah sesuai dengan yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad, sehingga Kabupaten Seribu Suluk ini betul-betul sebagai basis pengembangan Agama Islam di Provinsi Riau,’’Ungkap Bupati.(adv/humas).