Pekanbaru (Segmennews.com)- Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi
membuka sosialisasi program education for tomorrow, pembelajaran abad
21 terkait penggunaan Ilmu dan Teknologi bagi para guru di Kota
Pekanbaru, Kamis (14/2).

“Seperti kita maklumi bersama, saat ini, pengembangan kemampuan iptek
menjadi salah satu faktor dominan bagi negara manapun untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kemakmuran rakyat.
terlebih lagi dengan laju perkembangan iptek yang terus meningkat,
tiada pilihan lain bagi setiap negara kecuali berupaya semaksimal
mungkin untuk mengikuti dan memanfaatkan iptek dengan
sebaik-baiknya,” ujar Ayat.

Katanya, penguasaan iptek dan peningkatan kualitas pendidikan,
tentunya berkaitan erat dengan peningkatan profesionalisme para
pendidik. untuk itu pendidik dituntut untuk terus meningkatkan
kualitas diri dengan wawasan dan penguasaan iptek yang memadai, untuk
selanjutnya diberikan pada peserta didik.

“Oleh sebab itulah, kami sangat berterimakasih kepada pihak telkomsel
atas partisipasinya melalui kegiatan pembekalan / pembelajaran
mengenai TIK (teknologi, informasi dan komunikasi) ini. Kita harapkan
pembekalan ini akan memberi banyak manfaat untuk meningkatkan skill
dan ketrampilan para pendidik dalam mengaplikasikan IT. Penguasaan
IT ini, sangat penting bagi peserta didik dalam menjawab tuntutan
zaman yang berbasis teknologi seperti saat ini,” tandasnya.

Ia menambahkan hadirin satu hal mutlak di perlukan dalam menghasilkan
SDM yang unggul adalah pendidikan agama. dengan pendidikan agama yang
memadai. “Kita harapkan, anak-anak kita mampu membentengi diri dari
pengaruh arus globalisasi yang kian tak terkendali,” tandasnya.

Kadisdik Kota Pekanbaru Zul Padil, saat di mintai tanggapannya lewat
telepon, menyatakan, Disdik Pekanbaru ada kerjasama dengan telkom
untuk peningkatan pengetahuan Iptek. “Selain guru di tuntut memiliki
pengetahuan imptek,orang tua juga perlu. Ini untuk mengawasi murid
menggunakan iptek ke arah negatif. Pengawasan orang tua perlu.
Demikian juga dengan penggunaan HP agar disaring. Kepada siswa
diharapkan jangan menyalah gunakan kepandaian IT. Siswa saat belajar
dan ujian agar tidak dibenarkan menggunakan HP, sehingga menghindari
kecurangan,” katanya. (ur/snc)