baz
Rokan Hulu (Segmennews.com)-Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) dalam memicu program keagaman tak hanya dalam konteks ibadah mahdoh, juga ghoiru mahdoh, dampaknya selain membantu orang susah juga
mendapat pahala dari Allah SWT.

Kampanye Bupati Rohul Drs.H.Ahcmad, MSi terkait program keagamaan memang tidak pernah ada surutnya, malah program itu beliau sangat diprioritaskan, sebab berguna untuk penyadaran umat Islam terkait pemanfaatan dan penyaluran zakat mal, program ini juga hampir setiap pertemuan selalu di sampaikan orang Nomor 1 di Kabupaten Rohul.

Selain tujuan positif dan mendapat pahala bagi pemberi zakat, tentu sikap sosial saling peduli antara si kaya dan kaum lemah, anugerah sang maha kaya Allah SWT dapat dinikmati.

Program ini tentu dapat memerangi dan meminimalisir angka statistik kemiskinan atau kaum duafa, sebab managerial BAZ Rohul terlihat sudah modern, karena untuk penyaluran zakat selain untuk Mustahiq (Penerima zakat) sifat pasif juga didistribusiakan bagi usaha produktif.

Memang kalau dilihat dari konteks ajaran Islam Mustahiq itu ada 8 asnaf, yaitu Fuqoro (Fakir), Masakin (Miskin), Warriqob (Hamba Sahaya), Walghorimin (Orang Berhutang), Ibnu Sabil (Musafir), Fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah (Muallafu Fi Qulubihim) Orang yang Lemah Imannya dan Wa ‘Amilin (Petugas).

Gerakan membayar zakat digalakkan Pemkab Rohul dengan terbit Surat Keputusan Bupati Rohul pada tahun 2011 lalu, setelah itu meningkat dengan terbit Perda Zakat tahun 2012 lalu, kemudian di tahun 2013 ini Badan Amil Zakat (BAZ) Rohul gencar melakukan terobosan-terobosan baru, maka BAZ Rohul pun termasuk BAZ terbaik di provinsi Riau.

Melihat prestasi BAZ Rohul tahun 2012 lalu, berhasil mengumpulkan zakat dari Muzaki (Pemberi Zakat red-), sekitar Rp 7 Miliyar, maka Pemkab Kuantan Singingi (Kuansing) melalukan Studi Banding (Stuban) ke Rohul. Kegiatan itu dilaksanakan di Masjid Agung Almadani Islamic Center Pasir Pangaraian- Rohul.

Keberhasilan BAZ Rohul dalam pengelolaan zakat di daerahnya ternyata telah terdengar hingga ke pelosok Provinsi Riau, hal tersebut dibuktikan dengan kunjungan Stuban sejumlah pengurus BAZ Kuansing, Juma’at (15/12) pagi di Masjid Madani Islamic Center, selain sebagai sarana tukar pengalaman dan informasi kedatangan Pengurus BAZ kuansing ini juga bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi kegiatan keagamaan di Negeri Seribu Suluk yang dikenal kental akan suasana religius.

Ketua BAZ Kuansing Ir. H. Luisman bersama puluhan rombongan disambut langsung Ketua BAZ Rohul H, Sam Rikardo serta sejumlah Pengurus BAZ Rohul lainya, dialog pun mengalir dengan deras, saling memberikan masukan antara pengurus BAZ Rohul dengan pengurus BAZ Kuansing.

Menurut Ketua BAZ Kuansing Ir.H.Luisman, kegiatan ini sabagai sarana dan wahana silaturrahmi dengan BAZ Rohul, sebab kegiatan ini terdengar dimana-mana, kemudian berhasil mengumpulkan dana BAZ sekitar Rp 7 M, sedangkan di Kuansing hanya berhasil mengumpul dana BAZ sekitar Rp 3,9 M, itu pun sudah terkumpul dana BAZ Kabupaten dan Kecamatan.

“Padahal kalau kita lihat dari segi penduduk bergama Islam lebih di daerah kita, mengapa bisa kita pengumpulan zakatnya lebih rendah, kita akan pelajari teknik mereka mengumpulkan zakat, kemudian bagaimana mereka melakukan distribusi kepada Mustahiq, selain itu kita pelajari managemennya serta konsep mereka dalam melaksanakan kegiatan BAZ itu,” ujar Luisman.

Ketua BAZ Rohul Ir. H Sam Rikardo juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini tak luput dari kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan zakat masih sangat berpengaruh dalam pungutan zakat di Rohul hal tersebut ditunjukan dari besarnya persentase penerimaan BAZ dari PNS dan juga instansi daerah, rencanya Tahun 2013 akan dibentuk 600 Unit Pemungutan Zakat (UPZ) di 16 kecamatan.

“Tahun 2013 ini BAZ akan membentuk 600 UPZ baik di 400 masjid serta seluruh perusahaan dengan pemungutan zakat hampir mencapai Rp 25 Milyar,” sebut Sam Rikardo. (Adv/humas)