Petugas Chevron sedang membersihkan minyak mentah yang di timbulkan oleh kebocoran pipa Chevron di Jalan Muajolelo
Petugas Chevron sedang membersihkan minyak mentah yang di timbulkan oleh kebocoran pipa Chevron di Jalan Muajolelo

Pinggir(Segmennews.com) – Pipa PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) kembali mengalami kebocoran, setelah sebelumnya terjadi di Desa Balai Pungut, kini giliran pipa di wilayah Desa Pinggir, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis tepatnya di jalan Muajolelo, jalan menuju kantor camat Pinggir, Ahad (17/2). Akibat bocornya pipa tersebut, minyak mentah pun mengalir ke tepi jalan.

Menurut informasi yang berhasil didapat, menyebutkan bahwa, kebocoran ini di ketahui pertama kali oleh security yang saat sedang melintas di jalan tersebut melihat ada minyak mentah yang keluar dari bawah tanah. Melihat hal tersebut, security tadi pun langsung sibuk menghubungi sesama rekannya untuk menghentikan minyak mentah yang keluar dari pipa.

Selang beberapa menit kemudian, beberapa kenderaan roda empat dari Chevron pun berdatangan ke lokasi untuk membersihkan minyak mentah yang mengalir di tepi jalan supaya minyak yang keluar tadi tidak bertambah banyak. Untung saja bocornya pipa tersebut cepat di ketahui, kalau tidak bisa membahayakan masyarakat yang melintas jalan tersebut.

Agar bau minyak mentah tersebut tidak menyengat ke hidung warga yang melewati jalan tersebut, petugas CPI pun mengambil minyak mentah dengan mengunakan selang dan di masukan ke tempat drum yang berada di atas mobil operasi CPI. Bukan itu saja, beberapa petugas juga menimbun bekas aliran minyak mentah tadi dengan pasir.

Menyikapi bocornya Pipa Chevron yang di tanam di bawah tanah tersebut, Manager Publik Relations and communications Sumtra, Tiva Permata ketika dikonfirmasi Ahad (17/2) sore melalui pesan singkat (SMS) mengatakan bahwa kalau umur Pipa tersebut sudah tua. Kemudian mendapat informasi adanya Pipa yang bocor tadi, kru Chevron langsung terjun ke lokasi dan segera menyiapkan semua yang di perlukan untuk mengatasi kebocoran. Selain membersihkan lokasi tumpahan minyak, Kru juga memasang klem di titik yang bocor tersebut dan kemudian memasang pipa selubung untuk mencegah kebocoran di tempat yang sama.

Tiva Permata mengatakan bahwa secara umum, kebocoran pipa minyak di sebabkan oleh beberapa faktor, pertama faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi laju korosi seperti bakteri (SRB), dan keasaman tanah. Kedua proses korosi akibat pipa baja bersentuhan/berada dalam tanah yang asam. Ketiga, pemendaman/pengerukan pipa oleh masyarakat tanpa mempertimbangkan keamanan pipa dari korosi. Keempat, pembebanan dari luar, misalnya akibat lalu lalang kenderaan di atas pipa yang di benamkan tanpa proses yang benar. Kelima, faktor cuaca atau temperatur udara dapat mempengaruhi tekanan dalam pipa. Temperatur rendah akan membuat tekanan dalam pipa semankin tinggi dan bisa menyebabkan kebocoran atau sobeknya pipa.

Dengan adanya kejadian seperti ini, Chevron secara rutin akan melakukan inspeksi dan perawatan jaringan pipa diantaranya pengecekan langsung oleh petugas patrol, pengunaan teknologi pinging untuk membersihkan dan memeriksa ketebalan pipa, pemasangan pipa selubung di titik titik yang kritis dan program penggantian pipa, terang Tiva Permata. (urc/snc)