RSUD siak

Siak (SegmenNews.com)- Dua alat kesehatan (Alkes) yakni Ctscan atau
alat rongsen dikepala bernilai sekitar Rp 7 miliar dan Haemodisa atau
yang dikenal alat cuci darah bernilai sekitar Rp 1,3 miliar, di RSUD
Siak ternyata tidak berpungsi dan hanya dijadikan pajangan.

Direktur RSUD Siak Ulfa, Rabu (20/2/2013) mengaku dua alat tersebut
memang tidak berfungsi disebabkan ada kendala dalam pengoperasian.

“Ya, memang dua Alkes itu belum berfungsi sebagai mana mestinya,
karena untuk mengoperasikan dua alat itu (Ctscan, dan alat cuci darah,
red) harus menggunakan spesialis dan juga izin-izin yang harus
dimiliki,” akunya.

Diakuinya lagi, dua alat tersebut dibeli pada tahun 2011 lalu Rp 7 M,
sedangkan saat ini masih terkendala dokter spesialis radiologi.
Katanya, tahuan 2012 memang sempat digunakan, namun hanya beberapa
bulan. Hingga Desember 2012 dokter radiologi tersebut habis kontrak,
sehingga alat tersebut tidak digunakan tahun ini.

Sedangkan alat Haemodisa atau alat cuci darah dibeli 2011 dengan dana
APBD Siak senilai sekitar Rp 1,3 miliar untuk tiga unit, terkendala
pada perizinan kelayakan, atau visitasi dari Persatuan Vefprolog
Indonesia (Penevri) Sumatra Barat (Sumbar).

Direktur RSUD Siak berjanji akan berusaha semaksimal mungkin dalam
pengoperasian dua alat yang menghabiskan miliaran dana APBD.

“Kita akan bekerja keras untuk mengativkan dua Alkes kembali, untuk
itu kita akan bekerjasama dengan fakultas kedoteran,” katanya. (rinto)