ban

Pangkalan Kerinci (SegmenNews)- Dalam rangka menguatkan kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Pelalawan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat telah memberikan bantuan sejumlah peralatan penanggulangan bencana kepada BPBD Pelalawan. Bantuan dari BNPB dengan total nominal mencapai Rp 778.306.215 juta ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) tahun 2012 lalu.

Demikian hal ini disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Pelalawan Raja Alkaf SH MH didampingi Kasi Kedaruratan Sumarno SP, Rabu (20/2) kemarin di Pangkalan Kerinci.

“Alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan bantuan peralatan-peralatan untuk memaksimalkan bantuan bagi masyarakat yang terkena bencana dari BNPB Pusat,” terang Kepala BPBD Pelalawan.

Raja Alkap mengungkapkan bahwa bantuan dari BNPB ini tiba di daerah ini pada hari Minggu (17/2/2013), yang kesemuanya dalam kondisi baik. Ada empat item bantuan yang diberikan oleh BNPB Pusat pada daerah ini yakni item pertama kendaraan, hunian, alat komunikasi dan peralatan-peralatan lainnya.

“Untuk bantuan kendaraan diantaranya berupa perahu karet ukuran delapan orang sebanyak 1 unit beserta mesinnya dengan kapasitas 18 PK. Kemudian untuk item hunian diantaranya tenda posko sebanyak satu set, tenda pengungsi tiga set, lampu penerangan solar atau solar cell sebanyak lima unit, tenda keluarga sebanyak dua belas unit, solar handle lamp sebanyak dua belas unit dan velbed sebanyak dua puluh lima unit,” bebernya.

Untuk bantuan alat komunikasi, sambungnya, BNPB memberikan bantuan berupa Handel Talkie (HT) sebanyak dua unit, RIG satu unit dan SSB satu unit. Sedangkan bantuan lainnya untuk memaksimalkan pertolongan pada masyarakat yang terkena bencana diantaranya berupa lampu senter HID Search Light sebanyak satu unit, genset 10 KVA satu unit dan Water Treatment Portable sebanyak satu set.

“Kita harapkan dengan adanya bantuan ini, maka BPBD kabupaten Pelalawan akan semakin maksimal dalam memberikan pertolongan bagi masyarakat yang terkena bencana,” papar Raja Alkap seraya mengatakan bahwa beberapa waktu sebelumnya telah menerima dua unit sepeda motor dari BNPB Pusat.

Ditanya terkait proses bantuan ini sendiri, Raja Alkap mengatakan bahwa bantuan ini diberikan karena memang pada tahun 2012 lalu pihaknya mengajukan proposal permohonan bantuan pada BNPB Pusat. Hal ini adalah sebagai bentuk upaya dari BPBD Kabupaten Pelalawan untuk memaksimalkan pertolongan bagi masyarakat yang terkena bencana.

” Sebelumnya kita tak memiliki apa-apa, sehingga jika ada bencana atau musibah terjadi maka BPBD seperti tak begitu maksimal. Soalnya, untuk menembus daerah yang banjir saja, tahun lalu untuk perahu karet kita masih meminjam ke Dinas Sosial. Tapi saat ini, dengan adanya bantuan dari BNPB, diharapkan bantuan yang kita berikan dapat lebih maksimal,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya tengah kekurangan kendaraan roda empat yang berguna untuk memobilisasi alat-alat bencana. Soalnya, berkaca pada pengalaman tahun-tahun lalu maka sampai saat ini ada delapan kecamatan yang rawan akan banjir yakni Kecamatan Langgam, Pangkalan Kerinci, Teluk Meranti, Pelalawan, Ukui, Sorek, Bandar Seikijang dan Kerumutan.

” Beberapa waktu lalu, kita memang telah menerima dua unit sepeda motor dan alhamdulillah sudah dipakai operasional. Nah, saat ini kita masih kekurangan mobil operasional untuk memobilisai bantuan banjir ke daaerah-derah yang terkena musibah,” tutupnya. (dn/rz)
ban