bupati-siak-kunjungi-desa-teluk-lanusSiak (SegmenNews.com)- Menindaklanjuti kunjungan kerja ke Teluk Lanus, Bupati Siak Drs H Syamsuar hari ini, Kamis (28/2/2013) melakukan pertemuan dengan seluruh kepala SKPD di lingkup pemerintah kabupaten Siak.

Beberapa hal yang menjadi agenda pembahasan adalah mengenai surat kepindahan sekaligus pembuatan KK dan KTP warga yang mengikuti transmigrasi lokal ke desa Teluk Lanus beberapa waktu lalu.

Kedua mengenai peningkatan akses jalan, selain jalan penghubung utama dari Sungai Rawa ke Teluk Lanus, tetapi juga jalan akses desa. Sejauh ini kondisi jalan desa masih cukup mengkhawatirkan. Bupati mencontohkan, dari dialognya dengan masyarakat, ada warga yang kesulitan mengantar keluarganya yang sakit tetapi sangat kesulitan.

Berikutnya adalah mengenai pembangunan Polindes di area perumahan masyarakat yang ada persawahan desa.

“Ini yang sudah sangat mendesak. Jika nanti sudah ada polindes nanti akan ditempatkan bidan disana. Kemudian disana harus mendapat perhatian yang sangat ektra. Terutama khusus untuk obat-obatan, dan makanan tambahan. Karena pada saat pengobatan massal kemaren banyak anak-anak yang mengalami kekurangan gizi,” terang Bupati yang juga mengharapkan agar ada pengaturan dan penyaluran sembako gratis kepada masyarakat secara terfokus dan menjadi perhatian utama.

Perhatian khusus berikutnya kata Bupati adalah persoalan air bersih, dan tenaga kelistrikan. Sangat memprihatinkan saat ini masyarakat memang tidak memiliki sumber air bersih yang benar-benar layak untuk dikonsumsi.

Disamping itu Bupati menegaskan, berkaitan dengan pola transmigrasi lokal yang sudah dilakukan, kedepannya harus tidak terjadi pengalihan lahan ke perkebunan sawit. Selain itu Bupati mengharapkan agar ada sumber mata pencaharian sampingan dengan menerapkan pola pertanian terpadu yang terintegrasi dengan baik.

“Tanaman padi adalah sangat mutlak. Tetapi bahwa selain ada lahan pertanian, juga harus ada perkebunan palawija misalnya, usaha perikanan, peternakan dan lain sebagainya. Yang pada akhirnya usaha sampingan ini bisa menjadi sumber mata pencaharian masyarakat petani,” imbuhnya.

Perhatian berikutnya jelas Bupati adalah mengenai peningkatan sarana komunikasi bagi masyarakat. Karena hal ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat, tidak hanya masyarakat, tetapi juga pemerintah berkepentingan untuk mengetahui hal-hal penting yang terjadi disana untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Misalnya saja ada bencana, kalau tidak ada akses komunikasinya kita tidak bisa tau, apalagi memikirkan tindakan secara cepat kesana,” jelas nya.(rls/rinto)