orgilDuri (SegmenNews.com)- Wilayah Duri, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, disinyalir sering dijadikan pembuangan gelandangan dan orang gila. Hal itu terlihat dari maraknya orang gila di sekitar jalan Hangtuah dan Sudirman. Setiap pekan orang yang bertingkah aneh dan berpenampilan kumuh ini selalu berganti-ganti.

Sejauh ini, aparat setempat yang terkait dengan penertiban orang gila ini, jarang melakukan penyisiran. Sehinga pelaku yang tidak tau dari mana asalnya dengan bebas membuang orang gila dan gelandangan yang mengemis di setiap traffict ligth di kota Duri. Keberadaan orang gila ini memang sangat meresahkan warga, khususnya anak-anak.

“Mohon maaf ya, orang gila yang laki-laki terkadang kemaluannya tidak ditutupi dan begitu juga dengan yang perempuannya. Hal itu kan sangat tidak bagus jika terlihat oleh anak-anak. Apalagi terkadang orang gila ini mengganggu. Harusnyakan ini ditertibkan oleh pihak terkait dan dibina oleh Dinas Sosial yang dalam hal ini sudah memiliki program-program sosial,” kata Husain, warga Kelurahan Batang Serosa, Rabu (3/6).

Sementara itu, Kepala UPT Dinas Sosial Kecamatan Mandau, Hj Tengku Nurhasah melalui stafnya Defi saat dikonfirmasi mengatakan, penertiban orang gila ini bukan menjadi tugas dan tanggung jawab dinas sosial. Namun Dinas Sosial dalam hal ini juga memiliki peranan yang sangat penting yaitu, memberikan fasilitas pengobatan/penyembuhan bagi orang gila yang memiliki keluarga.

Sejak tahun 2010 lalu, UPT Dinas Sosial sudah melakukan program tersebut. Orang gila yang memiliki keluarga ini dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Panam untuk pengobatan dan biayanya sepenuhnya ditanggung oleh Dinsos Pemkab Bengkalis. Tahun ini sudah ada dua permohonan pengobatan untuk orgil ini dari Desa Sebangar dan Kelurahan Duri Timur.

“Program ini khusus bagi orang gila yang punya keluarga dan memiliki identitas yang jelas, karena jika nanti mereka sudah sembuh bisa dipulangkan lagi kepada keluarganya dan tetap akan mendapatkan dana perawatan jalan karena kondisi yang belum sehat 100 persen. Tahun lalu itu ada sekitar 4-5 orgil yang kita berikan perawatan medis dari RSJ Panam dan sudah dipulangkan kerumah masing-masing berkumpul bersama keluarga,” ungkap Defi. (rn/ur)