rumah warga di amuk gajahDuri (SegmenNews)- Kawanan gajah liar kembali memasuki kawasan perkebunan dan pemukiman warga di Jalan Tegal Sari Ujung, RT 1 RW 20, Kelurahan Air Jamban Duri, Selasa malam (6/3) kemaren.

Sekitar 20 hektare perkebunan luluh lantak. Sementara tiga rumah pondok yang berada di kawasan perkebunan itu juga porak poranda.

Sutarto (70), pondoknya hancur diamuk kawanan gajah mengaku ketakutan ketika kawanan gajah mengepung rumah semi permanen yang berada di tengah kebun ubinya. Sutarto yang tinggal sendiri di pondok itu tak tidur semalaman lantaran belasan kawanan gajah liar mengelilingi pondoknya.

“Kawanan gajah itu awalnya datang Senin malam (7/3). Saya sendiri dipondok. Terdengar bunyi krasak krusuk diluar. Saya jerit siapa di luar. Ketika saya senter, ternyata kawanan gajah. Saya ketakutan,” ujarnya.

Karena posisinya terkepung di tengah pondok, Sutarto tak bisa keluar sama sekali. Dia takut jika lari menyelamatkan diri, malam menjadi korban amukkan gajah itu.

“Semalaman saya tak tidur dan terus zikir. Subuhnya baru mereka pergi dan saya bisa keluar ambil wudhuk sholat subuh,” ujar lelaki tua yang masih kuat bertani itu.

Saat dilihat keluar, ternyata lahan pertaniannya sudah luluh lantak. Sutarto pun terpaksa pasrah dan tak berani bermalam lagi di pondoknya.

“Karena takut berada dipondok. Selasa malam saya pergi ke rumah minantu. Pas paginya (Rabu-red) kembali kesini, pondok sudah hancur. Ubi yang sudah dipanen habis dimakan,” jelas Sutarto.

Ternyata tidak hanya lahan Sutarto yang diporak porandakan kawanan gajah itu. Lahan pertanian warga lain yang berisi jeruk, mangga, pisang, ubi juga habis diporak-porandakan. Sepanjang areal yang diporak porandakan itu tercium bau menyengat kotoran gajah yang berceceran di sana sini.

“Ini amukkan terparah yang terjadi. Sebelumnya kawanan gajah ini masuk juga, tapi tak terlalu merusak. Namun kali ini lahan pertanian diratakan. Kami rugi total,” ujar Edi warga tempatan.

Karena amukkan gajah sudah sangat membahayakan, warga mengaku takut berada di kawasan itu. Mereka hanya bisa berharap agar pihak terkait turun tangan hingga amukan gajah itu tak terulang lagi.

“Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait. Kerugian yang kami derita cukup banyak. Termasuk keselamatan jiwa,” harap Edi. (hr/snc)