siswa sekolahMadina (SegmenNews.com)- Para pelajar di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, menantang maut dengan menerobos derasnya arus sungai untuk berangkat sekolah. Sebab, jembatan gantung yang putus akibat diterjang banjir hingga kini belum diperbaiki.

Anak-anak yang akan pergi ke sekolah terpaksa mengenakan baju cadangan terlebih dahulu ketika menyeberangi Sungai Rantopuran. Sementara pakaian seragam, sepatu dan buku pelajaran dimasukkan ke tas agar tidak basah.

Saat menyeberang sungai yang berarus deras itu, para pelajar bergandengan dan berjalan hati-hati agar tidak terperosok lubang atau terseret arus. Bukan hal yang mudah, karena mereka harus menjaga keseimbangan sambil memanggul tas di atas kepala.

Namun, tak semua berani menyeberang mempertaruhkan nyawa. Sebagian pelajar memilih jalur memutar sejauh dua kilometer karena takut hanyut.

Menurut seorang warga, Erwin Lubis, dilansir okezone.com jembatan gantung yang menghubungkan lima desa di Kecamatan Panyabungan Kota, roboh akibat diterjang banjir bandang sejak 10 hari lalu. Bangunan jembatan hancur dan hanya menyisakan sebuah besi penyangga di salah satu sisi.

Menurut Erwin, jembatan itu belum genap satu tahun direnovasi dengan memasang pondasi beton. Namun, derasnya banjir yang menerjang membuat jembatan tak mampu bertahan.

Warga berharap, pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut karena menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas warga. (**rn)