jemaah hajiRokan Hulu (SegmenNews.com)– Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, yang dibuktikan dengan tingginya daftar tunggu haji (waiting list) yaitu 4412 orang untuk Kab Rokan Hulu, adalah menunjukkan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, kepada wartawan, di kantornya jalan ikhlas kompleks perkantoran pemerintah Rohul, Pasir Pengaraian, Kamis (14/3/2013).

Dikatakannya, biaya melaksanakan ibadah haji itu relative cukup besar, sekitar Rp 50 juta pulang pergi dan termasuk biaya lain-lain, seperti biaya syukuran, biaya di jalan, dan termasuk oleh-oleh bagi keluarga. Yang dapat memenuhi hal ini hanyalah orang-orang yang tingkat kesejahteraannya sudah tinggi, tegas Kakan Kemenag.

Atas dasar hal itu, maka sesungguhnya tingkat kesejahteraan masyarakat Rohul telah meningkatkan secara significant sebagai keberhasilan dari pembangunan di segala bidang yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.

“Sinergi antar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat inilah yang menjadi kata kunci dari peningkatan kesejahteraan masyarakat Rokan Hulu ini,” tegas Ahmad Supardi Hasibuan.

Selain indicator peningkatan kesejahteraan masyarakat, tingginya daftar tunggu haji, menunjukkan bahwa tingkat keimanan dan ketaqwaan masyarakat, yang dibuktikan dengan pelaksanaan syari’at Islam secara baik dan benar, telah pula mengalami lompatan peningkatan yang sangat jauh, sebab dahulu jarang orang berhaji, tetapi saat ini dengan mudah orang melaksanakan ibadah haji.

Menurut Kakan Kemenag Rohul, pada masa dahulu rata-rata umat Islam hanya melaksanakan 4 rukun Islam, sedangkan rukun Islam yang ke 5 jarang dilakukan orang. Tetapi Alhamdulillah, saat ini telah banyak umat Islam yang melakukan 5 rukun Islam secara sempurna.

Atas dasar itu pula, Ahmad Supardi berharap agar tingginya animo masyarakat menunaikan ibadah haji ini, harus dibarengi pula dengan peningkatan kepedulian social masyarakat, seperti dengan gemar membayar zakat, infaq, shadaqah, wakaf, dan lain sebagainya, sehingga dengan demikian terjadi keseimbangan hubungan vertical dan hubungan horizontal. (adv/humas)