ilustrasi
ilustrasi

Dumai (SegmenNews.com)– Kampanye wisata malam sehat anti narkoba Walikota Dumai H Khairul Anwar ke salah satu lokasi hiburan malam, Minggu lalu akhirnya berdampak luas dan menuai kritikan negatif dari berbagai komponen masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Dumai, Eldar Afinta, Kamis (14/3) mengaku akan mengevaluasi program ini karena dianggap melegalkan praktek dunia malam yang identik dengan narkoba, alkohol dan seks bebas.

Eldar juga mengakui program kepariwisataan yang direncanakan pihaknya ini merupakan suatu kelancangan dan silaf pihaknya dalam membuat suatu program yang tidak mendapat dukungan masyarakat.

“Kami awalnya menilai ini merupakan sebuah terobosan baru dalam pengembangan dunia kepariwisatan Dumai dan mendukung tercapainya visi misi daerah sebagai kota pelayanan jasa pelabuhan dan tourism, namun karena menuai kritikan, wisata malam ini akan dievaluasi,” terangnya kepada wartawan.

Dia mengatakan, kedatangan walikota ke pub malam sebelumnya tidak direncanakan, namun karena kepala daerah menerima kunjungan kerja sejumlah kolega dan para jenderal dari Mabes Polri dan staf ahli dari Kementerian Informasi dan Komunikasi, maka langsung terpikir untuk mensosialisasikan wisata malam tanpa narkoba ke tempat hiburan malam.

“Walikota tidak berniat untuk melegalkan dugem sehat, namun justru berkeinginan agar seluruh komponen masyarakat menyamakan persepsi bahwa narkoba, seks bebas dan alkohol merupakan hal yang tidak dibenarkan,” terangnya.

Dia menerangkan, awalnya sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan kaum penikmat dunia malam supaya tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan pemakaian obat terlarang dan menghindari hal yang dapat merusak kesehatan.

“Kita juga tahu bahwa Walikota baru pulang dari umroh dan sangat tidak mungkin beliau melegalkan dugem. Namun jika tempat hiburan tersebut telah melanggar aturan maka saya koordinasikan dengan instansi terkait untuk mencabut izinnya. Atas nama pemerintah kota Dumai, saya mohon maaf jika tindakan tersebut dianggap salah,” katanya.

Sementara itu, Plt Kabag Humas dan Infokom Setdako Dumai, Muhammad Wazir menjelaskan, upaya kampanye wisata malam ini merupakan kegiatan pemerintah dalam pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat) dan perang terhadap narkoba.

“Sosialisasi wisata malam merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam upaya pemberantasan narkoba dengan berkampanye langsung di lokasi yang disinyalir atau berkonotasi tempat peredaran atau pengkonsumsian barang haram tersebut,” ujar Wazir. (hr/snc)