ilustrasi
ilustrasi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Menyusul akan dibuatnya Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Rokan Hulu tentang Standar pendidikan masyarakat Rokan Hulu tingkat SMA. Maka saat ini dirancang pula pendidikan bagi anak-anak pemulung maupun gelandangan yang berada di berbagai daerah Rokan Hulu ditahun 2014 mendatang.

“Kita bersama Pemda Rohul sedang merancang untuk tahun 2014 mendatang tidak ada lagi anak-anak pemulung dan gelandangan yang tidak sekolah, akan di buat sekolah khusus untuk mereka,” papar Kepala Disdikpora Rohuk, HM Zen M,MPd, Rabu (20/3/2013) di raung kerjanya.

Menurut M Zen walaupun sekolah sudah digratiskan, namun masih ada anak-anak pemulung dan gelandangan yang tidak mau kesekolah, oleh itu pemulung maupun anak-anak gelandangan akan tetap belajar walaupun di lapangan terbuka dengan mengenakan seragam biasa.

Hal itu dilakukan agar para anak-anak itu tetap dapat menimba ilmu walaupun di luar disela-sela kegiatan mereka. M Zen akan berkordinasi dengan pihak Kades dan RT di seluruh wilayah Rokan Hulu untuk mendata anak-anak pemulung dan gelandangan.

Begitu juga bagi anak gelandangan dan pemulung yang berada di jalanan akan di angkut pihak Satuan Pamong Praja (Satpol-PP) dan dibimbing untuk mengikuti pelajaran di sekolah.

“Standar pendidikan Rokan Hulu akan di buat tingkat SMA, oleh itu tidak ada alasan bagi anak-anak yang tidak mau sekolah,” ujar M Zen.

Di samping itu, sesuai Perda Bupati yang akan di buat tentang anak-anak sekolah tidak ada yang menonton televisi mulai pukul 18:00 Wib hingga pukul 20:00 Wib. Sebab di saat itu anak sekolah harus melakukan sholat magrib berjemaah, mengaji, menghafal alqur’an, dan belajar.

Selain itu para siswa tidak di bebani lagi dengan Pekerjaan Rumah (PR) dari sekolah. Sebab dengan itu anak-anak akan fokus melakukan kegiatan seperti di paparkan diatas.

“Tidak ada lagi PR di yang dikerjakan di rumah. Orang tua ikut bertanggung jawab memberikan pendidikan keagamaan di rumah, hal itu juga penting untuk pendidikan mereka di masa mendatang yang menjadikan anak berbakti dan tetap bekerja dalam koridor agama,” urainya. (adv/humas)